Samsung Electronics mengumumkan perkiraan pendapatan untuk kuartal kedua tahun 2026. Perusahaan memperkirakan pendapatan sekitar KRW 171 triliun atau setara US$112,02 miliar.

Laba operasi diperkirakan mencapai KRW 89,4 triliun atau sekitar US$58,56 miliar. Angka ini melonjak 1.811% dibandingkan kuartal kedua tahun sebelumnya.

>>> Belgia Pesta Gol 4-1 ke Perempat Final Piala Dunia 2026, De Ketelaere Brace

Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan chip memori DRAM, HBM, dan NAND flash yang mencapai rekor. Harga chip tersebut juga meningkat tajam.

Chip memori banyak digunakan dalam akselerator kecerdasan buatan (AI) dan server. Permintaan yang kuat diperkirakan berlanjut hingga 2027.

Laba Satu Kuartal Lampaui Laba Setahun

Sebagai perbandingan, laba operasi Samsung sepanjang tahun fiskal 2025 mencapai KRW 43,6 triliun atau US$28,58 miliar.

Artinya, laba Q2 2026 saja lebih dari dua kali lipat laba setahun penuh tahun lalu.

Analis memperkirakan kelangkaan chip memori akan berlanjut hingga 2027. Jika prediksi ini akurat, Samsung akan terus diuntungkan oleh permintaan kuat tahun ini dan tahun depan.

>>> Cristiano Ronaldo Akhiri Karier Piala Dunia Usai Portugal Tersingkir

Perusahaan juga telah menandatangani perjanjian pasokan jangka panjang dengan pelanggan utama.

Berdasarkan estimasi analis, laba penuh tahun 2026 Samsung bisa lebih tinggi dari akumulasi laba selama 40 tahun terakhir.

Bisnis manufaktur semikonduktor Samsung juga menunjukkan perbaikan stabil. Samsung Foundry dilaporkan kembali mencapai profitabilitas bulanan pada Juni 2026 untuk pertama kalinya dalam tiga tahun.

Perusahaan telah mengamankan kontrak senilai US$16,5 miliar dari Tesla untuk memproduksi chip AI.

>>> Apa Itu La Vela di Green Lake City? Kawasan Bergaya Eropa Ini Jadi Sorotan Usai Ramai di Media Sosial

Samsung juga dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk memenangkan pesanan serupa dari Anthropic dan Meta.