Badai petir dahsyat melanda National Mall pada perayaan Freedom 250 Presiden Donald Trump, 4 Juli lalu.

Ribuan peserta acara dievakuasi dan berlindung di Museum Nasional Sejarah dan Budaya Afrika-Amerika (NMAAHC).

>>> Ahli Medis Jelaskan Risiko Gastritis Autoimun Usai Diagnosis Bryan Johnson

Evakuasi dimulai sekitar pukul 19.30 waktu setempat setelah penyelenggara memerintahkan peserta meninggalkan area dan mencari tempat berlindung.

NMAAHC yang ditunjuk sebagai lokasi perlindungan dengan cepat mencapai kapasitas maksimal.

Lebih dari 1.000 orang masih terjebak di luar dalam guyuran hujan, menurut laporan NBC News.

Kontras dengan Kebijakan Trump

Evakuasi massal ini menciptakan situasi yang kontras, mengingat pemerintahan Trump sebelumnya menargetkan institusi Smithsonian.

Pada Maret 2025, sebuah perintah eksekutif menuduh Smithsonian menjalankan ideologi yang memecah belah.

>>> Gorontalo-Lampung Raih Adinata Syariah untuk Zona Ekonomi Syariah Baru

Wakil Presiden JD Vance bahkan ditugaskan untuk mengubah pameran museum tersebut.

Insiden ini memicu reaksi luas di media sosial.

Jurnalis Sami Gold menulis di X: "Saat ini mencoba menghindari badai DC dengan berlindung di Museum Afrika-Amerika bersama 5.000 pendukung Trump."

Beberapa pengunjung yang masih di luar menyanyikan lagu patriotik sambil menunggu cuaca membaik.

Badai menunda pidato Presiden Trump yang dijadwalkan pukul 21.45 dan pertunjukan kembang api malam itu.

>>> Bareskrim Periksa Pelapor Abu Janda soal Dugaan Ujaran SARA terhadap Minang

Peserta baru diizinkan kembali ke National Mall setelah kondisi cuaca aman.