Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk meminta peninjauan ulang kartu merah yang diterima penyerang timnas AS, Folarin Balogun, saat melawan Bosnia-Herzegovina di Piala Dunia 2026.

Trump menilai sanksi wasit tersebut tidak adil.

>>> Sindikat Love Scamming Digerebek di Medan, 7 WNA dan 31 WNI Ditangkap

"Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan ulang, karena menurut saya itu bukan pelanggaran," ujar Trump di Ruang Oval, Senin (6/7).

Langkah Trump ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk kubu Belgia yang akan menghadapi AS pada Selasa (7/7) di babak 16 besar.

Trump: Itu Hanya Tabrakan Biasa

Trump menegaskan insiden tersebut murni ketidaksengajaan. "Saya melihat langsung kejadiannya.

Itu bukan pelanggaran. Hanya dua atlet berlari penuh dan bertabrakan," katanya.

Ia memuji FIFA yang akhirnya menangguhkan hukuman kartu merah Balogun. "Keputusan wasit sangat mengerikan, sementara FIFA mengambil keputusan yang sangat brilian," tambah Trump.

Meski menuai kontroversi, Trump membantah melakukan intervensi berlebihan. "Saya tidak mendikte apa yang harus mereka lakukan.

>>> Pemain Real Madrid Paling Moncer di Piala Dunia 2026, Tak Ada yang Dipanggil Spanyol

Saya hanya meminta peninjauan kembali," klaimnya.

Bagi Trump, kehadiran Balogun sangat krusial bagi timnas AS di laga penentu.

Keputusan FIFA ini memicu protes keras. UEFA menyatakan FIFA telah melampaui batas merah.

Presiden DFB Bernd Neuendorf mendesak klarifikasi soal intervensi politik.

Mantan pelatih Liverpool Jurgen Klopp juga menyentil Trump dan Infantino. "Jika mereka benar-benar mengatur ini, itu gila.

>>> Memahami Co-Parenting, Kunci Pengasuhan Sehat Setelah Perceraian

Ini permainan kami, bukan permainan mereka," ujar Klopp.