Para profesional medis menyoroti mekanisme dan risiko tersembunyi dari gastritis autoimun setelah diagnosis penyakit kronis yang baru-baru ini diumumkan oleh pendukung umur panjang Bryan Johnson.

Pria berusia 48 tahun yang juga seorang pengusaha teknologi itu mengungkapkan diagnosisnya dalam pembaruan media sosial yang diterbitkan pada 1 Juli 2026.

>>> Gorontalo-Lampung Raih Adinata Syariah untuk Zona Ekonomi Syariah Baru

Gastritis autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi lapisan lambung dan sel-sel penghasil asam lambung sebagai ancaman.

Menurut Dr. Ronak Tate, Konsultan Gastroenterologi di Fortis Hiranandani Hospital di Navi Mumbai, kondisi ini mengurangi produksi asam lambung dan secara parah mengganggu penyerapan nutrisi penting seperti zat besi dan vitamin B12.

"Saya memiliki penyakit autoimun. Perut saya memakan dirinya sendiri.

2–5% orang juga mengidap ini. Kemungkinan lebih banyak, karena ia bersembunyi," tulis Bryan Johnson dalam unggahan media sosialnya.

>>> Bareskrim Periksa Pelapor Abu Janda soal Dugaan Ujaran SARA terhadap Minang

Johnson, yang juga telah mengelola hipotiroidisme sejak usia 21 tahun, memastikan diagnosisnya pada Mei 2026.

Konfirmasi tersebut didapatkan setelah lebih dari sepuluh tahun berjuang melawan kadar feritin rendah yang tidak dapat dijelaskan melalui tes darah komprehensif dan biopsi lambung.

"Penting bagi pasien untuk menyadari gejala penyakit ini karena tanda-tanda awalnya ringan dan bisa dikaitkan dengan kondisi medis lain seperti kembung dan kelelahan," kata Dr. Ronak Tate.

>>> Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Ini Kata-katanya

Perkembangan penyakit inflamasi kronis yang tidak terkendali ini menyebabkan kerusakan parah pada lapisan lambung dan potensi komplikasi seperti anemia jika kekurangan penyerapan nutrisi tidak diobati sama sekali.