Bryan Johnson, miliarder teknologi yang terkenal dengan proyek anti-penuaan Blueprint, mengumumkan kabar mengejutkan.

Di tengah obsesinya memperlambat penuaan, ia justru didiagnosis mengidap autoimmune gastritis (AIG), penyakit autoimun langka yang menyerang lambung.

>>> Sinopsis Film Golden Job di Bioskop Trans TV Hari Ini

"Saya mengidap penyakit autoimun. Lambung saya sedang memakan dirinya sendiri," tulis Johnson di X.

Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada lambung, memicu kekurangan nutrisi, anemia, hingga meningkatkan risiko kanker lambung dalam jangka panjang.

Yang menarik, penyakit tersebut lolos dari pemantauan meski Johnson dikenal sebagai biohacker paling disiplin. Selama bertahun-tahun ia rutin menjalani tes darah dan pemantauan biomarker.

Autoimmune gastritis baru terungkap setelah dokter melakukan endoskopi dan biopsi lambung. Hasilnya menunjukkan tanda awal atrofi pada sel penghasil asam lambung.

"Saya baru mengetahuinya pada Mei. Saya juga tidak tahu sejak kapan penyakit ini ada," ujarnya.

Autoimmune gastritis adalah penyakit kronis ketika sistem kekebalan tubuh menyerang lapisan lambung. Kondisi ini mengganggu produksi asam lambung dan intrinsic factor yang diperlukan untuk menyerap vitamin B12.

>>> Kena Amuk Fans Bola, Presiden FIFA Nonaktifkan Komentar Instagram

Johnson menduga akar masalahnya berasal dari gaya hidup masa lalu. Ia mengaku tumbuh dengan pola makan sereal tinggi gula, minuman bersoda, dan makanan cepat saji.

Saat membangun perusahaan di usia 20-an sambil membesarkan tiga anak, tekanan hidup membuat kondisinya memburuk.

"Berat badan saya naik sekitar 18 kilogram dan saya sempat mengalami depresi kronis," ungkapnya.

Pada usia 21 tahun, Johnson didiagnosis hipotiroid dan masih menjalani terapi hormon. Dokter juga menemukan kadar ferritinnya terus rendah meski hemoglobin normal.

Sebelum diagnosis, Johnson menjalani kolonoskopi dengan hasil normal. Baru setelah endoskopi menyeluruh dengan biopsi dari tiga bagian lambung, dokter menemukan tanda-tanda AIG stadium awal.

Hingga kini belum ada terapi yang menyembuhkan autoimmune gastritis. Penanganan berfokus pada mengatasi kekurangan nutrisi dan memantau risiko komplikasi.

>>> Yamaha Luncurkan Motor Listrik JOG E, Kok Pakai Baterai Honda?

Meski demikian, Johnson berencana memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mengembangkan terapi baru, termasuk antibodi hasil rancangan AI untuk menghentikan serangan sistem imun terhadap lambung.