UEFA Kecam FIFA soal Pembatalan Skorsing Folarin Balogun
UEFA secara terbuka mengecam keputusan FIFA yang membatalkan skorsing otomatis pemain AS, Folarin Balogun, menjelang laga 16 besar melawan Belgia.
Dalam pernyataan resmi, UEFA menyebut langkah FIFA sebagai 'tidak dapat dipahami dan tidak dapat dibenarkan' serta telah melewati 'garis merah'.
>>> Allianz Research: Industri Asuransi Indonesia Tumbuh 8,2% per Tahun
Balogun mendapat kartu merah saat AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 16 besar. Seharusnya ia menjalani skorsing satu pertandingan otomatis.
Namun, FIFA memutuskan untuk menunda penerapan skorsing tersebut selama masa percobaan satu tahun. UEFA menegaskan bahwa aturan skorsing otomatis bersifat non-diskresioner dan tidak boleh ada pengecualian.
UEFA khawatir keputusan ini menciptakan preseden buruk di turnamen yang sedang berlangsung. 'Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin oleh penjaganya, integritas permainan dipertaruhkan,' demikian pernyataan UEFA.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan melobi FIFA tiga kali melalui telepon sejak Rabu untuk membatalkan skorsing Balogun. Hal ini memicu kritik dari berbagai pihak.
Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA) juga menyatakan keheranannya. Manajer Belgia Rudi Garcia bahkan menyebut keputusan itu seperti lelucon April Mop.
RBFA belum menerima alasan rinci pembatalan skorsing. FIFA hanya merujuk pada Pasal 27 kode disiplin yang memberi wewenang kepada komite yudisial untuk menunda hukuman.
>>> Pegadaian Makin Berkilau di Bawah Danantara, Siap Go Global
Belgia mengajukan banding, dan akan didengar oleh anggota komite banding FIFA yang tidak mewakili UEFA atau Concacaf untuk menghindari konflik kepentingan.
Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prévot, mantan wasit, mengkritik intervensi politik dalam aturan olahraga.
'Jika panggilan telepon benar-benar menjadi alasan keputusan ini, itu pelanggaran mencolok terhadap aturan dasar sepak bola,' ujarnya.
Komisioner Eropa Glen Micallef juga menyuarakan penentangan, menegaskan bahwa keputusan olahraga adalah wewenang badan olahraga.
Di London, juru bicara Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan bahwa keputusan Piala Dunia adalah urusan badan pengatur sepak bola dan harus tetap demikian.
Sementara itu, manajer AS Mauricio Pochettino memuji keputusan FIFA, menganggap kartu merah yang diberikan wasit Raphael Claus terlalu keras.
>>> Nonaktifkan In-App Browser di Android, Alur Kerja Jadi Lebih Efisien
Balogun diusir setelah melakukan kontak dengan bek Bosnia Tarik Muharemovic pada pertandingan sebelumnya.
Update Terbaru
Baterai Pixel Saya Akhirnya Bertahan Seharian Berkat Satu Pengorbanan Ini
Senin / 06-07-2026, 19:45 WIB
Bek Inggris Jarell Quansah Dikartu Merah Lawan Meksiko
Senin / 06-07-2026, 19:45 WIB
Empat Hal Menarik dari Kemenangan Chase Briscoe di NASCAR Chicagoland
Senin / 06-07-2026, 19:45 WIB
5 Film Thailand Bertema PHK dan Dunia Kerja yang Kejam
Senin / 06-07-2026, 19:15 WIB
Cara Menggunakan Kontroler Baru dengan Konsol Retro
Senin / 06-07-2026, 19:15 WIB
Prototipe Steam Controller Kembali Ditemukan di Goodwill, Tujuh Tahun Setelah Kejadian Serupa
Senin / 06-07-2026, 19:15 WIB
Muse Asia Lisensi Anime The World's Strongest Rearguard, Episode 1 Sudah Tayang
Senin / 06-07-2026, 19:14 WIB
Di Bawah Danantara, PNM Buka Jalan Kerja bagi Lulusan SMA/SMK
Senin / 06-07-2026, 19:14 WIB
Erick Thohir Tak Persoalkan Piala Presiden Bentrok dengan Piala AFF 2026
Senin / 06-07-2026, 19:14 WIB
DTKJ Usul Tarif Langganan Transjakarta Rp200 Ribu per Bulan
Senin / 06-07-2026, 19:14 WIB
Kode Paradox Roblox Juli 2026 Terbaru: Daftar dan Cara Redeem
Senin / 06-07-2026, 19:13 WIB
Prabowo Sambut Kedatangan PM India Narendra Modi di Bandara Halim
Senin / 06-07-2026, 19:13 WIB
'Bola Misterius' Terdampar di Pantai Australia, Pakar Ungkap Faktanya
Senin / 06-07-2026, 19:13 WIB
Jordan Henderson Alami Cedera Pergelangan Tangan Parah Usai Rayakan Kemenangan Piala Dunia
Senin / 06-07-2026, 19:08 WIB







