Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sasaran kemarahan penggemar sepak bola global setelah keputusannya yang kontroversial.

Ia terpaksa menonaktifkan kolom komentar di akun Instagram pribadinya, @gianni_infantino, akibat serbuan protes.

>>> Yamaha Luncurkan Motor Listrik JOG E, Kok Pakai Baterai Honda?

Keputusan yang memicu amarah itu adalah menganulir kartu merah yang diterima pemain timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun.

Akibatnya, Balogun yang seharusnya absen minimal satu pertandingan bisa kembali bermain penuh saat AS menghadapi Belgia pada Selasa (06/07).

Sebelumnya, Balogun tidak bisa bermain karena akumulasi kartu merah yang ia terima dalam laga melawan Bosnia dan Herzegovina di fase gugur pada 1 Juli 2026.

Keputusan ini diambil beberapa hari menjelang laga penting AS vs Belgia yang memperebutkan satu tempat di perempat final.

Dari pantauan, akun Instagram Gianni yang memiliki 4,9 juta pengikut kini telah menonaktifkan komentar di unggahan dan Instagram Story-nya.

Langkah ini diambil setelah ia mendapat panggilan langsung dari Presiden AS, Donald Trump.

Trump secara khusus meminta Gianni mencabut hukuman akumulasi kartu yang dijatuhkan pada Folarin. Hal ini diumumkan Trump melalui akun Truth Social pada 5 Juli 2026.

>>> Film Doraemon 2026 Tayang di Filipina pada 15 Juli

“Terima kasih FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan memperbaiki ketidakadilan yang fatal ini. Presiden Donald J.

Trump,” tulis akun @realDonaldTrump.

Tindakan menonaktifkan komentar ini menunjukkan efektivitas fitur Meta yang dirancang untuk melindungi kesehatan mental atlet dan staf, termasuk melindungi Gianni dari kritik pedas penggemar.

Sejak awal Piala Dunia 2026, Meta telah mengumumkan fitur seperti mute words dan perluasan pemblokiran akun untuk melindungi atlet dan pengguna.

Keputusan Gianni terus memicu kemarahan penggemar Belgia dan pecinta bola di seluruh dunia. Mereka menilai langkah ini mencederai prinsip fair play yang menjadi inti turnamen empat tahunan ini.

Keputusan semacam ini sangat jarang terjadi di sepak bola internasional. Menurut laporan, terakhir kali kasus serupa terjadi pada tahun 1962.

Karena tidak bisa menyerbu kolom komentar Instagram, para penggemar meluapkan kekesalan mereka di media sosial lain seperti X melalui meme dan cuitan pedas.

>>> Museum Dirgantara Nasional AS Rayakan 50 Tahun dengan Pameran Seni Luar Angkasa

Keterlibatan Donald Trump dianggap menodai prinsip bahwa olahraga seharusnya terpisah dari politik.