Memiliki kebun sayur di halaman belakang yang subur membawa kebahagiaan tersendiri. Namun, saat musim panen tiba, tantangan tak terduga muncul.

Seorang penggemar berkebun yang telah merawat tanamannya selama lima tahun mengaku kewalahan dengan volume hasil panen yang melimpah.

>>> UEFA Kecam FIFA soal Pembatalan Skorsing Folarin Balogun

Dilansir dari The Guardian, ia menghabiskan waktu seminggu penuh untuk memilah buah beri, membekukan kompot, serta menyiapkan chard dan bayam dalam jumlah besar.

Pekerjaan rumah tangga yang intens ini mencerminkan gaya hidup homesteading tradisional.

Meski memanen makanan sendiri adalah sebuah hak istimewa, menyiapkan bahan seperti kacang-kacangan dan sayuran hijau membutuhkan banyak tenaga di dapur.

Bagi mereka yang tidak suka memasak, tumpukan sayuran yang berlimpah bisa menjadi beban.

>>> Allianz Research: Industri Asuransi Indonesia Tumbuh 8,2% per Tahun

Merawat bedengan juga melibatkan tugas seperti memindahkan kompos berat dan melindungi tanaman dari hewan peliharaan tetangga.

Namun, kesulitan sesungguhnya muncul ketika panen raya menghasilkan lebih banyak zucchini dan tomat daripada yang bisa dikonsumsi atau dibagikan.

Solusi lucu untuk stres musiman ini adalah dengan bertukar peran tradisional dalam rumah tangga.

>>> Pegadaian Makin Berkilau di Bawah Danantara, Siap Go Global

Dengan menjauh dari kompor, sang pekebun cukup menyediakan hasil mentahnya. Sementara itu, orang lain yang lebih gemar memasak akan menangani proses persiapan yang melelahkan.