'Bola Misterius' Terdampar di Pantai Australia, Pakar Ungkap Faktanya
Enam objek misterius yang diduga berasal dari antariksa ditemukan terdampar di pantai Queensland, Australia. Benda-benda itu kini tengah diteliti oleh para ilmuwan.
Lembaga Antariksa Australia (ASA) menyatakan bahwa objek tersebut kemungkinan besar merupakan bagian dari roket. Diduga, bagian itu baru saja masuk kembali ke atmosfer Bumi setelah berada di orbit.
>>> Jordan Henderson Alami Cedera Pergelangan Tangan Parah Usai Rayakan Kemenangan Piala Dunia
Keenam objek ditemukan oleh warga di kawasan Forrest Beach, sebelah utara Townsville, pada Jumat hingga Minggu pekan lalu.
Awalnya, benda-benda itu sempat diduga mengandung bahan kimia berbahaya.
Pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran segera memeriksa puing-puing tersebut. Mereka memasang zona steril dengan radius 50 meter di sekitar lokasi penemuan selama akhir pekan.
Identifikasi Pressure Vessel
ASA menjelaskan bahwa objek tersebut kemungkinan adalah pressure vessel, penampung bahan bakar, atau biasa disebut bola antariksa.
Benda ini merupakan salah satu jenis sampah antariksa yang paling umum jatuh ke Bumi setelah peluncuran roket.
"Kami telah mengidentifikasi dugaan sumber objek tersebut.
Lokasi penemuan dan karakteristiknya sangat cocok dengan puing-puing badan roket asing yang baru-baru ini jatuh menembus atmosfer dari orbitnya," kata ASA dalam keterangan resminya.
Mereka masih terus berkoordinasi dengan otoritas internasional untuk memastikan jenis roket serta negara asal peluncurannya secara resmi.
Aturan Soal Sampah Antariksa
Alice Gorman, arkeolog antariksa dari Flinders University, menjelaskan bahwa sampah luar angkasa itu adalah milik negara yang meluncurkan roket tersebut.
Hal ini sudah diatur dalam Perjanjian Luar Angkasa PBB Tahun 1967.
>>> SK Hynix Bersiap IPO Rp 29 Miliar di Nasdaq, Uji Pasar AI
Update Terbaru
FIFA Batalkan Larangan Folarin Balogun, Bisa Tampil Lawan Belgia
Senin / 06-07-2026, 20:13 WIB
7 Manfaat Ampas Teh untuk Tanaman, Termasuk Mengusir Hama
Senin / 06-07-2026, 20:13 WIB
Bobby Nasution Akui Pernah Tegur Bupati Langkat Sebelum OTT KPK
Senin / 06-07-2026, 20:13 WIB
Badai Petir dan Panas Ekstrem Ancam Pantai Teluk dan Texas Timur
Senin / 06-07-2026, 20:08 WIB
Film Sci-Fi Termahal Korea 'Hope' Siap Tayang di Bioskop Setelah Cannes
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Haru dan Bangga, Timnas Cape Verde Disambut Meriah Pulang ke Negaranya
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Hakim Tolak Praperadilan Ketum Kesthuri Tersangka Kuota Haji
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
OJK Pangkas Waktu Pembaruan SLIK Jadi 3 Hari Usai Utang Lunas
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Polri Usut Korupsi Batu Bara PLTU, Diduga Picu Blackout Jawa-Sumatra
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Pocketpair Sarankan Save Baru untuk Palworld 1.0 karena Ubahan Besar
Senin / 06-07-2026, 20:07 WIB
Iran Siapkan Tarif Baru di Selat Hormuz, Negara Sahabat Dapat Harga Khusus
Senin / 06-07-2026, 20:03 WIB
Netflix Prancis Gugat Aturan Investasi Konten Lokal yang Dianggap Berlebihan
Senin / 06-07-2026, 20:03 WIB
Moonlight Peaks Rilis Fisik di Jepang untuk Nintendo Switch 2 dan Switch dengan Dukungan Bahasa Inggris
Senin / 06-07-2026, 20:03 WIB
Samsung Berpotensi Raup Laba Lebih Besar dari Akumulasi 40 Tahun pada 2026
Senin / 06-07-2026, 20:01 WIB







