Netflix memperketat perselisihannya dengan regulator Prancis terkait aturan investasi streaming yang baru.

Wakil Presiden Konten Netflix Prancis, Pauline Dauvin, dalam opini di Le Monde menyatakan bahwa kewajiban baru ini melampaui batas dan berisiko membatasi kebebasan editorial.

>>> Moonlight Peaks Rilis Fisik di Jepang untuk Nintendo Switch 2 dan Switch dengan Dukungan Bahasa Inggris

Dauvin mengonfirmasi bahwa Netflix bersama platform lain telah mengajukan banding hukum ke Dewan Negara Prancis.

Perusahaan menegaskan dukungannya terhadap model budaya Prancis, namun menilai regulasi terbaru justru dapat mengurangi keragaman kreatif.

Aturan Baru Dinilai Terlalu Preskriptif

Dalam opininya yang berjudul "More Obligations, Less Diversity: Why We’re Challenging France’s New Rules," Dauvin menulis bahwa aturan baru mewajibkan platform mengikuti pendekatan editorial yang ditentukan, bukan berdasarkan permintaan penonton.

Ia menulis: "Aturan ini melangkah terlalu jauh. Ketika regulasi mengalahkan kebebasan editorial, keragaman menjadi sekadar kepatuhan, merugikan ekspektasi penonton."

Kerangka baru menggandakan investasi wajib yang harus dialokasikan platform untuk tiga genre spesifik: animasi, dokumenter, dan pertunjukan langsung.

Dauvin memperingatkan bahwa sub-kuota ini dapat menjadi preseden bagi regulasi yang semakin preskriptif di industri streaming.

Sebagai contoh komitmen Netflix terhadap keragaman, Dauvin menyebut produksi seperti Arcane, Blue Eye Samurai, dan Asterix & Obelix: The Big Fight yang didorong oleh pilihan kreatif, bukan mandat regulasi.

Investasi Besar Netflix di Prancis

Prancis menerapkan kerangka investasi streaming saat ini pada tahun 2021 berdasarkan Arahan Layanan Media Audiovisual Eropa.

Aturan yang ada mewajibkan platform seperti Netflix, Prime Video, dan Disney+ menginvestasikan sekitar 20% pendapatan Prancis mereka ke produksi film dan televisi Prancis dan Eropa.