Area ketiak yang bersih dan cerah menjadi dambaan banyak wanita. Dua metode yang umum digunakan adalah mencukur dan mencabut bulu ketiak.

Kedua metode ini memiliki pendekatan berbeda terhadap folikel rambut, sehingga kelebihan dan kekurangannya pun berbeda. Lantas, mana yang lebih aman dari sisi kesehatan kulit?

>>> Ronaldo Masih Jadi Ancaman Utama, Spanyol Waspada di Laga Panas Portugal vs Spanyol

Keamanan dan Risiko Mencukur

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), mencukur bulu ketiak adalah opsi cepat, tidak sakit, dan praktis untuk dilakukan sehari-hari.

Namun, pisau cukur tumpul atau teknik yang salah dapat menyebabkan iritasi kemerahan (razor burn) dan rambut tumbuh ke dalam (ingrown hair).

Untuk meminimalkan risiko, disarankan menggunakan krim cukur dan mengusap pisau searah pertumbuhan rambut.

Mencukur terus-menerus tanpa hidrasi yang cukup bisa membuat kulit ketiak tampak lebih gelap akibat penumpukan sel kulit mati.

>>> Senken Perluas Layanan Global dengan Game Digital untuk Lansia

Penggunaan pelembap setelah mencukur sangat penting untuk menjaga skin barrier.

Keamanan dan Risiko Mencabut

Mencabut bulu ketiak dengan pinset menarik rambut langsung dari akar, memberikan hasil mulus lebih lama dibanding mencukur.

Mayo Clinic menyatakan bahwa mencabut rambut secara paksa dapat meregangkan kulit dan merusak struktur folikel rambut di dalam, memicu infeksi bakteri dan hiperpigmentasi.

>>> OPEC+ Tambah Pasokan, Harga Minyak Bakal Makin Murah

Secara medis, mencukur dinilai lebih aman karena tidak merusak folikel rambut bagian dalam. Namun, kedua metode tetap memiliki risiko jika tidak dilakukan dengan benar.