Keputusan Rockstar Games untuk hanya menyertakan kode unduh digital dalam kopi fisik GTA 6 menuai kontroversi.

Ditambah rencana Sony menghentikan produksi cakram fisik untuk konsol PlayStation pada 2028, para pengembang dan gamer pun angkat bicara.

>>> Nintendo Hentikan Produksi Switch pada Februari 2027

Marek Tyminski, CEO penerbit Lords of the Fallen, CI Games, menyampaikan pendapatnya di Twitter.

Ia menilai langkah Rockstar dan Sony tidak adil bagi studio yang masih mendukung media fisik.

"GTA 6 tanpa cakram terasa tidak adil bagi studio yang masih mendukung fisik, dan ini mempercepat peralihan," tulis Tyminski.

Ia menambahkan bahwa dukungan fisik Sony yang berakhir pada 2028 bisa memangkas rilis cakram lebih awal, bahkan pada 2027 atau lebih cepat.

Menurut Tyminski, media fisik memberikan pendapatan yang jauh lebih kecil per unit bagi pengembang, waktu tunggu lebih lama, dan biaya yang tidak perlu.

"Kami masih berencana merilis Lords of the Fallen 2 dalam bentuk cakram, tetapi secara bisnis semakin sulit untuk dibenarkan," ujarnya.

Ia merinci bahwa dari harga $69,99, margin ritel mengambil 25-35%, distributor 10-20%, dan produksi fisik sekitar $10.

>>> Sosialis Demokrat Raih Kemenangan di Pemilu Primer AS

Hasilnya, studio hanya mendapat lebih dari $26 per unit, dibandingkan sekitar $49 untuk penjualan digital dengan margin tertinggi.

"Keadaan semakin buruk saat harga turun. Penerbit besar berada di sisi yang lebih baik, tetapi mereka pun mendapat lebih banyak dari penjualan digital.

Dari segi ROI, pilihannya jelas," tambah Tyminski.

Keputusan ini juga berdampak pada pengecer. Tyminski khawatir insentif mereka akan sangat berbeda ketika tidak bisa lagi menjual perangkat lunak.

Meski ada yang berpendapat merilis cakram bagus untuk PR, ia menegaskan bahwa dari 2028, opsi itu mungkin tidak lagi berarti.

Dengan studio seperti Rockstar yang sudah memotong cakram dan perusahaan besar seperti Sony berencana membuatnya usang, masa depan media fisik tampak suram.

>>> Nottingham Forest Tunjuk Oliver Glasner sebagai Pelatih Kepala Baru

Bukan hanya game, Blockbuster pun sudah lama mati.