Sepekan Berlalu, Petugas Kesulitan Jangkau Titik Api TPA Jatiwaringin
Kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, masih berlangsung hingga hari ketujuh pada Senin (6/7).
Petugas gabungan masih menghadapi kendala akibat embusan angin kencang dan titik api yang sulit dijangkau.
>>> Bank Syariah Indonesia Raih Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan angin kencang membuat bara api kembali menyala di sejumlah titik. Kondisi diperparah gas metana yang masih tersimpan di bawah timbunan sampah.
"Memang angin sekarang ini mengarah ke arah barat.
Di wilayah barat ini memang ada beberapa titik api karena anginnya cukup kencang terus juga gas metannya di bawah itu muncul sehingga timbul asap di sana," ujar Maesyal, Senin petang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujat Sudrajat mengungkapkan medan di lokasi kebakaran juga menjadi tantangan.
Struktur timbunan sampah yang tidak stabil dan menggunung membuat personel pemadam kesulitan mendekati titik api.
"Kendalanya memang di sampah-sampah yang di dalam itu kan mudah terjeblos.
Kalau kaki masuk ini kan di situ areanya ada yang bisa bolong mungkin dalamnya ya, jadi berbahaya untuk petugas ketika melewati itu," kata Ujat.
>>> F-35 Inggris Cegat Pesawat Patroli Rusia di Dekat Kapal Induk
Hingga Senin malam, area yang masih terbakar diperkirakan tinggal sekitar 3,6 persen dari total sekitar 18 hektare yang sebelumnya dilalap api.
Proses pendinginan tetap dilakukan karena suhu di bawah permukaan timbunan sampah masih tinggi.
"Tetapi memang walaupun yang lainnya itu sudah tidak kelihatan api, tetapi dilihat dari drone itu kan masih panas gitu kan.
Jadi itu berpotensi lagi bisa keluar api, makanya pemadaman tetap dilakukan," jelasnya.
Petugas pemadam kebakaran bersama personel Manggala Agni masih melakukan operasi pemadaman melalui jalur darat dengan metode inject untuk mengalirkan air ke titik api di bawah permukaan sampah.
Mereka juga menggunakan racun api yang dicampur air guna mengikat oksigen yang menjadi bahan bakar api.
>>> Dylan Dreyer Ceritakan Keguguran dan Kehamilan Tersembunyi di Podcast
Dari udara, tiga unit helikopter water bombing terus melakukan penyiraman di area yang masih terbakar sejak siang hingga sore.
Update Terbaru
Album Jazz Tribut Studio Ghibli Hadir untuk Menemani Tidur Anda
Senin / 06-07-2026, 23:22 WIB
Badai Dahsyat Paksa Pendukung Trump Berlindung di Museum Afrika-Amerika
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Ahli Medis Jelaskan Risiko Gastritis Autoimun Usai Diagnosis Bryan Johnson
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Gorontalo-Lampung Raih Adinata Syariah untuk Zona Ekonomi Syariah Baru
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Bareskrim Periksa Pelapor Abu Janda soal Dugaan Ujaran SARA terhadap Minang
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Pratama Arhan Resmi Gabung Persija, Ini Kata-katanya
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Ma'ruf Amin: Perkembangan Ekonomi Syariah RI Menggembirakan
Senin / 06-07-2026, 23:21 WIB
Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Terdampak Besar
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Menkum Dorong Perbaikan Royalti Musik dan Karya Jurnalistik di WIPO Swiss
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Jurgen Klopp Sindir FIFA dan Donald Trump soal Kartu Merah Balogun
Senin / 06-07-2026, 23:18 WIB
Cobolli dan Paolini Melaju ke Perempat Final Wimbledon
Senin / 06-07-2026, 23:15 WIB
Von Miller Dikaitkan dengan Kembali ke Los Angeles Rams
Senin / 06-07-2026, 23:14 WIB
Hamas Bubarkan Pemerintahan Gaza, Serahkan Kekuasaan ke Komite Teknokrat Kairo
Senin / 06-07-2026, 23:14 WIB
Penyeberangan Bakauheni-Merak Normal Meski Anak Krakatau Siaga
Senin / 06-07-2026, 23:14 WIB







