Pesawat tempur F-35 Inggris dikerahkan dari kapal induk HMS Prince of Wales untuk mencegat pesawat patroli maritim Rusia yang berulang kali mendekati gugus tempur kapal induk NATO di Laut Norwegia, Kamis lalu.

Kementerian Pertahanan Inggris melaporkan bahwa pesawat Rusia Bear-F terbang pada ketinggian rendah dan tidak perlu dekat dengan kapal utama Inggris saat sedang melakukan operasi penjagaan udara NATO pertama di lepas pantai Islandia.

>>> Dylan Dreyer Ceritakan Keguguran dan Kehamilan Tersembunyi di Podcast

Kapal Kremlin tersebut juga menjatuhkan sekitar 10 alat sonar terapung, yang dikenal sebagai sonobuoy, ke perairan internasional selama pertemuan itu sebelum akhirnya dikawal pergi oleh dua pesawat tempur Inggris.

Manuver Tidak Aman dan Tidak Profesional

Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris mengkritik manuver yang dilakukan awak pesawat Rusia di dekat pengerahan angkatan laut multinasional tersebut.

"Saat beroperasi di Laut Norwegia dalam Operasi Firecrest, Gugus Tempur Kapal Induk Inggris berulang kali didekati oleh pesawat patroli maritim Rusia 'Bear-F'.

Pesawat itu terbang pada ketinggian rendah dan tidak perlu dekat dengan HMS Prince of Wales serta menjatuhkan sejumlah besar sonobuoy di dekat kapal induk.

Aktivitas ini tidak aman dan tidak profesional," kata juru bicara tersebut.

Pesawat Rusia itu dicegat dan dikawal oleh dua jet F-35 Inggris dari HMS Prince of Wales hingga meninggalkan area tersebut.

>>> Kebakaran Hutan Paksa Tour de France Larang Penonton di Stage 3

Kunjungan Menteri Pertahanan

Insiden ini terjadi saat Menteri Pertahanan Dan Jarvis dan Menteri Luar Negeri Islandia Thorgerdur Katrin Gunnarsdottir mengunjungi kapal utama pada akhir pekan untuk meninjau operasi di kawasan yang strategis.