Penyelenggara Tour de France melarang penonton berada di 40 kilometer terakhir Stage 3 pada Senin, 6 Juli 2026.

Keputusan ini diambil karena kebakaran hutan yang tidak terkendali meluas di wilayah Pyrenees-Orientales, Prancis selatan.

>>> Paragon Corp Raih Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2026

Rute sepanjang 195,9 kilometer dari Granollers, Spanyol, menuju Les Angles, Prancis, tetap tidak berubah.

Namun, otoritas menangguhkan iring-iringan publik sepanjang 10 kilometer dan membatasi akses hanya untuk personel penting balapan.

"Kebakaran hutan yang sangat besar yang saat ini berkobar di Pyrenees-Orientales membutuhkan mobilisasi besar-besaran sumber daya pemadam kebakaran, pasukan keamanan internal, dan semua lembaga pemerintah," ujar penyelenggara Tour de France.

Penyelenggara menekankan bahwa keselamatan tetap menjadi perhatian utama selama respons darurat operasional di dekat perbatasan Prancis.

"Prioritas utama tetap perlindungan manusia, properti, dan kawasan alam, serta mengendalikan api," tambah mereka.

Langkah Luar Biasa untuk Situasi Luar Biasa

Direktur balapan Tour de France, Christian Prudhomme, merinci perlunya menerapkan pembatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya di sepanjang rute pegunungan.

"Kebakaran luar biasa membutuhkan tindakan luar biasa untuk Tour," katanya.

Prudhomme mengimbau para penggemar bersepeda untuk bekerja sama dengan arahan keselamatan dan tidak berkumpul di sepanjang jalur akhir balapan.

>>> OSO Group Raih Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026

"Kami mengundang publik untuk tidak datang ke tepi balapan atau ke lokasi finis," ujarnya.

Ia juga menyatakan solidaritas dengan penduduk setempat yang terkena dampak krisis lingkungan di Prancis barat daya.

"Kami jelas pertama-tama memikirkan populasi yang terkena dampak kebakaran, semua yang harus mengungsi, dan kemudian kami juga memikirkan orang-orang yang akan menjadi tuan rumah Tour," kata Prudhomme.