Wakil Presiden ke-13 Ma'ruf Amin menyatakan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia cukup menggembirakan.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara Anugerah Adinata Syariah di Auditorium Bank Mega, Senin (6/7) malam.

>>> Microsoft PHK 4.800 Karyawan, Divisi Xbox Terdampak Besar

Menurut Ma'ruf, kemajuan tersebut terlihat dari beberapa indikator. Pertama, total aset syariah Indonesia mencapai Rp10.542 triliun, tumbuh 10,6 persen secara tahunan.

Laju pertumbuhan itu melampaui sektor keuangan nasional yang sebesar 10 persen. Kedua, kontribusi sektor keuangan syariah terhadap perekonomian nasional semakin besar.

Rasio total aset keuangan syariah terhadap PDB telah mencapai 52 persen, melampaui target RPJMN sebesar 45,38 persen.

Pangsa pasar keuangan syariah juga meningkat menjadi 26 persen dari total aset keuangan syariah.

>>> Menkum Dorong Perbaikan Royalti Musik dan Karya Jurnalistik di WIPO Swiss

Kemajuan ketiga tercermin pada sektor riil.

Halal value chain memberikan kontribusi Rp1.524 triliun atau sekitar 24,8 persen terhadap PDB, dengan pertumbuhan 6,21 persen dibanding tahun sebelumnya.

Ma'ruf menekankan bahwa capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, regulator, pelaku usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.

>>> Jurgen Klopp Sindir FIFA dan Donald Trump soal Kartu Merah Balogun

Namun, ia mengingatkan agar tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga pemerataan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.