Sepeda statis menjadi pilihan alat olahraga yang praktis digunakan di rumah. Selain menjaga kebugaran, beberapa model juga dimanfaatkan untuk rehabilitasi atau terapi bagi lansia dan pasien pemulihan otot.

Menurut American Heart Association (AHA), aktivitas aerobik intensitas sedang seperti bersepeda dapat meningkatkan kesehatan jantung dan memperkuat otot.

>>> Isi Perjanjian Pranikah Taylor Swift dan Travis Kelce Setebal 40 Halaman

Sementara itu, American Academy of Orthopaedic Surgeons (AAOS) menyebut latihan dengan stationary bike termasuk olahraga low impact yang aman untuk mobilitas sendi.

Bagi orang tua, sepeda statis memiliki risiko lebih rendah dibanding bersepeda di luar ruangan.

Namun, bagi penderita stroke atau gangguan saraf, penggunaan alat terapi sebaiknya atas rekomendasi dokter atau fisioterapis.

Rekomendasi Sepeda Statis di Bawah Rp1 Juta

Berikut empat rekomendasi sepeda statis dengan harga di bawah Rp1 juta yang layak dipertimbangkan.

1. FLAGO Mini Bike Elektrik – Rp789.000.

Produk ini menggunakan sistem elektrik sehingga kayuhan lebih ringan.

Dilengkapi motor elektrik dengan putaran maju dan mundur, bisa untuk latihan kaki dan tangan, resistensi dapat diatur, monitor digital, serta remote control.

>>> Kasus Korupsi Batu Bara Rp5 Triliun Melebar, Polri Periksa Pejabat ESDM

Desain ringkas dan mudah disimpan.

Salah satu pengguna memberikan ulasan positif, menyebut tidak ada suara bising dan berguna bagi penderita paraplegia agar kaki tidak mengecil.

Produk ini cocok untuk lansia atau pengguna yang membutuhkan latihan gerak pasif.

2. Sepeda Statis Twen BB379 Big / BB380 Big – Rp899.100.

Model ini memberikan sensasi bersepeda seperti di gym dengan harga terjangkau.

Keunggulannya meliputi rangka besi kokoh, sistem belt drive, posisi duduk nyaman, dan cocok untuk latihan kardio di rumah.

>>> Pushep Ungkap Penyebab Pasokan HGBT Belum Sesuai Kebutuhan Industri

Seorang pengguna mengaku puas dengan kualitasnya, menyebut rangka besi kuat dan alat lengkap. Model ini lebih direkomendasikan untuk latihan kardio rutin dibanding terapi ringan.