Aturan baru menambahkan kewajiban investasi tambahan yang berfokus pada animasi, dokumenter, dan pertunjukan langsung.

>>> Samsung Berpotensi Raup Laba Lebih Besar dari Akumulasi 40 Tahun pada 2026

Menurut Dauvin, Netflix saat ini menginvestasikan lebih dari €250 juta per tahun untuk produksi Prancis.

Sejak meluncur di Prancis pada 2014, perusahaan telah memproduksi lebih dari 160 film dan serial Prancis, termasuk Lupin, Under Paris, Class Act, dan Ad Vitam.

Netflix juga telah berkontribusi lebih dari €2 miliar bagi ekonomi kreatif Prancis.

Netflix menegaskan bahwa gugatan hukum ini bukan upaya menghindari dukungan terhadap produksi Prancis.

Dauvin mengatakan perusahaan mencari regulasi yang "adil, proporsional, dan non-diskriminatif" yang menjaga fleksibilitas editorial sambil terus berinvestasi di konten lokal.

Banding ini mengikuti upaya informal yang gagal dan muncul setelah Variety melaporkan bahwa Netflix juga mencari batasan investasi konten Prancis wajib karena biaya produksi terus meningkat.

Perselisihan ini mencerminkan pertempuran regulasi yang lebih luas di Eropa.

Awal tahun ini, Netflix kalah dalam tahap pertama gugatan hukum terhadap aturan investasi lokal serupa di Federasi Wallonia-Brussels, Belgia.

Sementara itu, Netflix terus melobi perubahan aturan jendela rilis teater Prancis. Saat ini, Netflix harus menunggu 15 bulan setelah rilis teater sebelum menambahkan film ke platformnya.

Perusahaan telah mendorong untuk mempersingkat periode tersebut menjadi 12 bulan, masalah yang juga memengaruhi kemampuan Netflix bersaing untuk Palme d'Or di Festival Film Cannes.

>>> HP HyperX OMEN 16 VALORANT Edition Resmi Meluncur di India

Prancis memandang regulasi ini sebagai pusat perlindungan industri audiovisualnya, namun Netflix berpendapat bahwa perluasan kewajiban keuangan secara terus-menerus dapat menghambat pengambilan risiko kreatif dan membebani platform streaming.