Samsung Berpotensi Raup Laba Lebih Besar dari Akumulasi 40 Tahun pada 2026
Samsung Electronics diproyeksikan mencatatkan laba operasi terbesar dalam sejarah perusahaan pada tahun 2026.
Para eksekutif Samsung optimistis laba kuartal kedua (Q2) dan laba tahun penuh (FY) 2026 akan mencapai rekor baru.
>>> HP HyperX OMEN 16 VALORANT Edition Resmi Meluncur di India
Didorong oleh booming kecerdasan buatan (AI), laba operasi tahun ini diperkirakan melampaui akumulasi laba operasi selama 40 tahun terakhir.
Analis industri keuangan memperkirakan laba operasi Q2 2026 Samsung bisa menembus KRW 84,59 triliun (sekitar $61,3 miliar).
Sementara itu, laba operasi sepanjang tahun diperkirakan mencapai sekitar KRW 300 triliun ($217,4 miliar).
Jika tercapai, angka tersebut akan melampaui laba operasi Nvidia pada Q1 2026 yang sebesar $59,2 miliar.
Kim Yong-kwan, Presiden dan Kepala Strategi Divisi Device Solutions (DS) Samsung, menyatakan laba tahun ini diproyeksikan melebihi total laba operasi kumulatif sejak Samsung memasuki bisnis semikonduktor 40 tahun lalu.
Samsung memproduksi chip DRAM dan HBM yang digunakan dalam sistem akselerator AI perusahaan-perusahaan AI terkemuka.
Perusahaan ini merupakan salah satu dari hanya tiga perusahaan global yang mampu memproduksi chip HBM.
>>> 2.671 Substrat Karang Dipasang di Kepulauan Seribu untuk Percepat Pemulihan Terumbu Karang
Chip HBM4 Samsung disebut-sebut sebagai yang tercepat di dunia.
Samsung mulai menjual chip memori pada tahun 1984 setelah mengakuisisi Korea Semiconductor pada 1974 dan memproduksi sirkuit terpadu untuk jam tangan LED.
Akumulasi laba operasi perusahaan dari 1985 hingga 2025 tercatat kurang dari KRW 300 triliun (~$217,4 miliar).
Samsung berencana menginvestasikan lebih dari KRW 40 triliun (~$29 miliar) setiap tahun untuk memenuhi permintaan semikonduktor AI yang terus meningkat.
Perusahaan saat ini telah memasok chip HBM4 ke Nvidia dan diperkirakan akan memasok ke AMD, Google, serta perusahaan akselerator AI lainnya.
Samsung juga telah mulai mengirimkan chip memori bandwidth tinggi generasi ketujuh (HBM4E) kepada pelanggan.
>>> Lampu untuk Kamar Tidur Berapa Watt? Begini Cara Menghitungnya agar Pas
Tahun lalu, Samsung sempat kesulitan mendapatkan persetujuan Nvidia untuk chip HBM3E karena masalah kinerja, namun masalah tersebut telah diatasi sebelum peluncuran HBM4.
Update Terbaru
Tak Tendang Penalti, Vinicius Bantah Lari dari Tanggung Jawab
Senin / 06-07-2026, 21:03 WIB
Jabar Raih Anugerah Adinata Syariah untuk Rencana Aksi Daerah Terbaik
Senin / 06-07-2026, 21:03 WIB
Nintendo Kantongi $14 Miliar, Sony dan Xbox Hadapi Tekanan Industri
Senin / 06-07-2026, 21:03 WIB
Voting Final Kontes Skin The First Descendant 2026 Dibuka, Nexon Umumkan Aturan
Senin / 06-07-2026, 21:01 WIB
Zenless Zone Zero Hadirkan Dua Event Baru dengan Hadiah Polychrome dan Boopon Gratis
Senin / 06-07-2026, 21:01 WIB
Pengembang Super Mario Bros. Wonder Ungkap Rahasia Suara Inchworm Pipe
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Samsung Mulai Uji One UI 9.0 untuk Galaxy S25 FE
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Apa yang Terjadi Jika Bumi Tiba-tiba Berhenti Berputar?
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Minions and Monsters Kuasai Box Office meski di Bawah Target
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri
Senin / 06-07-2026, 21:00 WIB
Lalamove Latih 50 Driver Jabodetabek Lewat Workshop Komunikasi Sapa Santun
Senin / 06-07-2026, 20:58 WIB
Mencukur atau Mencabut Bulu Ketiak: Mana yang Lebih Aman?
Senin / 06-07-2026, 20:58 WIB
Ronaldo Masih Jadi Ancaman Utama, Spanyol Waspada di Laga Panas Portugal vs Spanyol
Senin / 06-07-2026, 20:58 WIB
Senken Perluas Layanan Global dengan Game Digital untuk Lansia
Senin / 06-07-2026, 20:56 WIB







