Pernahkah Anda membayangkan apa yang akan terjadi jika Bumi tiba-tiba berhenti berputar?

Para ahli mengungkapkan bahwa skenario tersebut akan menjadi bencana dahsyat, mulai dari angin super kencang hingga gelombang laut yang menghancurkan.

>>> Bukan Sekadar Tren, Ini Bukti Kuliner Nusantara Kini Jadi 'Raja' di Negeri Sendiri

Kita tidak merasakan perputaran Bumi karena gerakannya yang konstan dan mulus. Yang kita rasakan hanyalah perubahan kecepatan, bukan kecepatan tetap.

Prinsip yang sama berlaku ketika mobil berhenti mendadak: tubuh kita terlempar ke depan.

Kecepatan Rotasi Bumi

Bahkan saat Anda duduk diam di rumah, Anda sebenarnya bergerak karena rotasi Bumi.

Di dekat khatulistiwa, permukaan Bumi bergerak dengan kecepatan sekitar 1.040 mil per jam (sekitar 1.674 km/jam).

Kecepatan ini berkurang saat mendekati kutub. Di New York City, misalnya, kecepatan permukaan sekitar 790 mil per jam.

Di kutub geografis, kecepatan rotasi praktis nol karena titik-titik tersebut berada di sumbu rotasi planet.

Akibatnya, dampak penghentian mendadak akan sangat bergantung pada lintang.

Di dekat khatulistiwa, kehancuran akan paling ekstrem, sementara di dekat kutub efek awalnya lebih ringan, meskipun konsekuensi planet tetap parah.

Bencana Segera Setelah Berhenti

Di khatulistiwa, penghentian mendadak dapat menghasilkan angin lebih dari 1.000 mil per jam saat atmosfer terus bergerak ke timur di atas permukaan yang kini diam.

Ini beberapa kali lebih kuat dari hembusan angin permukaan non-tornado tertinggi yang pernah tercatat.

Segala sesuatu yang tidak terikat dengan kuat akan terlempar ke timur. Bangunan, pohon, kendaraan, tanah, dan air permukaan akan menghadapi kekuatan yang jauh melampaui kemampuan infrastruktur normal.

Banyak gedung dan jembatan akan runtuh hampir seketika. Benda-benda lepas akan menjadi proyektil berkecepatan tinggi.