Angin ekstrem akan mengikis tanah, vegetasi, dan puing-puing dari permukaan.

Lautan dan danau akan bergolak hebat karena airnya terus bergerak dengan momentum sebelumnya. Lautan akan menjadi salah satu kekuatan paling destruktif pada saat-saat pertama setelah berhenti.

Massa air yang sangat besar akan terus bergerak ke timur, mengirimkan gelombang raksasa melintasi garis pantai dan daerah rendah.

Ini bukan gelombang biasa, melainkan pergerakan air skala benua yang didorong oleh inersia.

Perubahan Bentuk Bumi dan Lautan

Kehancuran langsung bukan satu-satunya masalah. Bumi tidak bulat sempurna; karena rotasi, planet ini sedikit menggembung di khatulistiwa dan sedikit pipih di kutub.

>>> Lalamove Latih 50 Driver Jabodetabek Lewat Workshop Komunikasi Sapa Santun

Bentuk ini sebagian akibat efek sentrifugal rotasi.

Jika Bumi tidak lagi berputar, efek sentrifugal itu akan hilang. Seiring waktu, planet akan mulai menyesuaikan diri menuju bentuk yang lebih bulat.

Redistribusi ini akan memberikan tekanan besar pada kerak bumi dan mengubah cara lautan berada di planet ini.

Dalam jangka panjang, air laut cenderung bermigrasi ke daerah kutub, di mana tarikan gravitasi akan mendominasi setelah tonjolan khatulistiwa dari rotasi hilang.

Beberapa daerah khatulistiwa bisa kehilangan air, sementara daerah lintang tinggi bisa terendam.

Pertama akan datang gerakan timur yang dahsyat dari udara, air, dan benda permukaan.

Kemudian, jika Bumi tetap tidak berputar, gravitasi dan perubahan bentuk planet secara bertahap akan menciptakan geografi yang sangat berbeda.

Haruskah Kita Khawatir?

Tidak. Rotasi Bumi memang berubah sedikit, tetapi tidak dengan cara yang mengancam untuk menghentikan planet ini.

Para ilmuwan dapat mengukur variasi kecil dalam panjang hari menggunakan jam atom dan pengamatan astronomi.