PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara memperkuat sistem kelistrikan Pulau Bangka dengan mengelola tambahan kapasitas pembangkit sebesar 25 megawatt (MW).

Tambahan kapasitas tersebut berasal dari dua pembangkit, yaitu 15 MW di Air Anyir dan 10 MW di Merawang, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

>>> Presiden Prabowo Antar Langsung Keberangkatan PM Lawrence Wong

Dengan tambahan itu, sistem kelistrikan Bangka kini memiliki daya mampu pasok sekitar 340 MW.

Pasokan terdiri dari pembangkit di Bangka sebesar 240 MW dan transfer listrik dari sistem Sumatra melalui kabel laut sebesar 100 MW.

Beban puncak listrik di Bangka tercatat 240 MW. Dengan demikian, sistem kelistrikan Bangka memiliki cadangan daya sekitar 100 MW.

Komitmen PLN Jaga Keandalan Pasokan

General Manager PLN UIK Dwipantara, Rita Triani, mengatakan pengelolaan tambahan pembangkit ini merupakan bagian dari upaya PLN menjaga keandalan pasokan listrik di Bangka.

>>> Presiden Prabowo Sambut PM Narendra Modi, Awali Kunjungan Kenegaraan yang Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-India

“Listrik yang cukup dan andal merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, PLN UIK Dwipantara terus memperkuat sistem pembangkitan agar mampu menjawab kebutuhan energi yang terus berkembang di Bangka,” kata Rita dalam keterangannya, Senin (6/7/2026).

PLN menilai tambahan kapasitas ini penting untuk memperkuat cadangan operasi sistem kelistrikan Bangka. Langkah ini juga disiapkan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan listrik di masa mendatang.

Rita berharap tambahan kapasitas yang dikelola PLN UIK Dwipantara dapat menjaga kecukupan pasokan listrik sekaligus mendukung aktivitas ekonomi daerah.

>>> Kalbe Consumer Health Bidik Tren Gaya Hidup Sehat Lewat Femmy Fyber

“Kami berharap dengan tambahan kapasitas pembangkit yang kami kelola bisa menjadi bagian penting dalam menjaga kecukupan daya listrik di Bangka, sekaligus mendukung peningkatan kebutuhan listrik yang tentu akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkas Rita.