Institut Teknologi Bandung (ITB) menganugerahkan penghargaan tertinggi, Ganesa Wirya Jasa Adiutama, kepada Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Suroso Isnandar.

Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam pengembangan pendidikan, riset, inovasi ketenagalistrikan, serta penguatan ekosistem transisi energi nasional.

>>> Mantan Travis Kelce Unggah Pesan Menohok Usai Kabar Pernikahan Taylor Swift

Penghargaan diserahkan dalam Sidang Terbuka Peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia pada Jumat, 3 Juli 2026.

Ganesa Wirya Jasa Adiutama diberikan kepada individu atau institusi yang dinilai berjasa mendukung pengembangan pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pentingnya Kolaborasi

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara mengatakan kolaborasi antarpihak menjadi unsur penting dalam menjawab tantangan pembangunan, termasuk pengembangan teknologi dan inovasi.

“Universitas yang besar adalah universitas yang mampu mempertemukan orang-orang terbaik untuk menemukan jawaban bersama. Dan sesungguhnya, modal terbesar dalam jejaring bukanlah dana, bukan pula gedung, melainkan kepercayaan,” ujarnya.

Tatacipta menyebut kolaborasi berbasis kepercayaan diperlukan untuk mendorong inovasi pada sejumlah bidang, seperti energi bersih, layanan kesehatan, kecerdasan buatan, dan pembangunan berkelanjutan.

Suroso mengatakan penghargaan tersebut menjadi amanah untuk melanjutkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan transformasi sektor ketenagalistrikan.

“Penghargaan ini merupakan kehormatan sekaligus amanah untuk terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan transformasi sektor ketenagalistrikan nasional.

>>> Filipina Jadi Pembeli Panel Surya Terbesar Dunia, Didorong Tagihan Listrik

Saya meyakini kolaborasi lintas disiplin menjadi kunci dalam menghadirkan sistem energi yang semakin andal, berkelanjutan, dan berdaya saing,” ujar Suroso.

Suroso telah berkarier di PLN selama lebih dari 30 tahun.

Ia pernah menjabat sebagai Vice President Perencanaan Sistem, General Manager Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa Madura dan Bali, Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi, serta Direktur Manajemen Risiko sebelum menjabat sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan.

Doktor Teknik Elektro ITB tersebut juga terlibat dalam pengembangan inovasi smart grid dan tata kelola risiko di sektor ketenagalistrikan.

Ia memiliki sertifikasi profesi, antara lain QRGP, Insinyur Profesional Utama, dan ASEAN Engineer.

Suroso juga menghasilkan publikasi mengenai transisi energi, optimasi risiko, dan integrasi energi terbarukan.

>>> Pecinta Berkebun Beralih Peran untuk Hindari Repot Memasak Hasil Panen

Ia menjadi salah satu penulis buku Risk Management: For Early Detection of Bankruptcy and Improving Firm Performance in Energy Companies serta Transisi Energi Hijau & Swasembada Energi Indonesia.