Microsoft kembali melakukan gelombang PHK besar-besaran. Divisi Xbox menjadi yang paling terdampak dengan pemutusan hubungan kerja terhadap 3.200 karyawan.

Keputusan ini diumumkan di tengah restrukturisasi perusahaan yang lebih luas. CEO Xbox Asha Sharma menyampaikan kepada karyawan bahwa bisnis saat ini membutuhkan perubahan signifikan.

>>> Meccha Chameleon Tembus 15 Juta Kopi dalam 25 Hari, Lampaui Penjualan Mario Kart World

"Bisnis kami saat ini tidak sehat," ujar Sharma seperti dikutip dari Polygon.

Secara keseluruhan, Microsoft mengurangi sekitar 4.800 tenaga kerja. Sebagian besar berasal dari Xbox dan organisasi penjualan komersial.

Restrukturisasi Studio Xbox

Restrukturisasi tidak hanya berhenti pada PHK. Microsoft mengonfirmasi sejumlah pengembang Xbox Game Studios akan mengalami perubahan organisasi besar, bukan penutupan total.

Compulsion Games, pengembang South of Midnight, dan Double Fine Productions, dikenal lewat Psychonauts 2, akan beralih menjadi studio independen.

Mereka tetap memegang hak kekayaan intelektual, katalog game, dan pendanaan untuk proyek berikutnya.

Sementara itu, Ninja Theory dan Undead Labs diperkirakan melanjutkan pengembangan Senua's Saga: Hellblade 2 dan State of Decay 3.

Keduanya akan berada di bawah kepemilikan baru dengan pendanaan eksternal. Microsoft belum mengungkapkan siapa pemilik barunya.

>>> SGDQ 2026 Pasang Peringatan: Petugas ICE Tidak Diizinkan Masuk

Nasib Arkane Lyon, yang tengah mengembangkan Marvel's Blade, masih belum pasti. Studio tersebut telah memasuki konsultasi dengan Dewan Pekerja untuk menjajaki opsi strategis potensial.

PHK Lebih Luas dan Strategi Jangka Panjang

PHK di tingkat perusahaan Microsoft memengaruhi sekitar 2,1% tenaga kerja global. Sekitar 1.600 karyawan Xbox terdampak langsung, menurut The Verge.

Dalam memo internal, Chief People Officer Microsoft Amy Coleman mengaitkan pengurangan ini dengan perubahan di industri teknologi dan prioritas bisnis yang berkembang.