PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) memastikan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan seperti kabar yang beredar.

President Director GoTo Stephanie Susilo menegaskan saat ini pihak manajemen sedang melakukan penataan tenaga kerja dan internal mobility di dalam TikTok-Tokopedia Group.

>>> Bobby Nasution Sesalkan OTT Bupati Langkat: Rakyat Jadi Korban

"Yang pertama adalah tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group.

Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group," ujar Stephanie saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

Stephanie menjelaskan dalam proses penataan tersebut, terdapat karyawan yang memilih untuk mengambil kompensasi dan bekerja di perusahaan lain atau dipindahkan ke perusahaan dalam lingkup grup bisnis TikTok-Tokopedia.

"Dalam program penataan ini memang ada yang sudah memilih untuk mengambil paket kompensasi dan memilih untuk bekerja di tempat lain, atau disalurkan di lingkungan grup bisnis TikTok-Tokopedia.

Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia," tambahnya.

Klarifikasi GoTo soal PHK Massal

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) sebelumnya angkat suara soal pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi pada unit bisnis mereka, Tokopedia.

PHK itu dilakukan menyusul akuisisi yang dilakukan TikTok sebagai pemilik saham mayoritas Tokopedia. PHK disebut-sebut dilakukan terhadap 90 persen karyawan.

"Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi," ujar Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho seperti dikutip dari detik, Minggu (5/7).