Microsoft dikabarkan tengah mempersiapkan putaran baru pemutusan hubungan kerja (PHK) yang diperkirakan akan diumumkan pada pekan depan.

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, jumlah karyawan yang terdampak mencapai sekitar 5.500 orang, atau kurang dari 2,5% dari total sekitar 220.000 karyawan Microsoft di seluruh dunia.

>>> Perlengkapan Halaman Belakang Terbaik untuk Musim Ini

Jika laporan ini benar, PHK ini akan menjadi salah satu yang terbesar setelah Microsoft sebelumnya juga melakukan pengurangan ribuan karyawan dalam beberapa tahun terakhir.

Divisi Xbox Hingga Sales Disebut Terdampak

Laporan menyebut PHK kali ini tidak hanya menyasar satu divisi, melainkan beberapa bagian mulai dari divisi sales, consulting, dan tim Xbox Gaming.

Menurut informasi dari Business Insider, sebagian karyawan yang terdampak kemungkinan akan langsung ditawarkan posisi lain di dalam Microsoft, sehingga tidak semuanya kehilangan pekerjaan.

Hingga saat ini, Microsoft sendiri masih belum memberikan konfirmasi resmi mengenai kabar tersebut.

AI Kembali Jadi Alasan Utama

Melihat arah bisnis Microsoft selama beberapa tahun terakhir, kabar ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan.

>>> Kontroversi Piala Dunia 2026: Lobi Trump ke FIFA Bikin Belgia Protes

Perusahaan terus meningkatkan investasi di bidang Artificial Intelligence, mulai dari pengembangan Copilot, Azure AI, infrastruktur data center, hingga berbagai layanan AI lainnya.

Di sisi lain, besarnya investasi tersebut membuat perusahaan harus melakukan efisiensi di berbagai sektor.

Bahkan menurut laporan, para investor mulai memberikan tekanan kepada Microsoft karena khawatir investasi AI yang sangat besar belum menghasilkan keuntungan sesuai harapan.

Dalam satu bulan terakhir, harga saham Microsoft disebut mengalami penurunan sekitar 19%, yang menjadi performa bulanan terburuk sejak era dot-com.

>>> Pelatih Norwegia Kecam FIFA Usai Hukuman Balogun Dicabut

Meskipun begitu, kabar ini masih sebatas laporan dari sumber internal yang mengetahui rencana tersebut. Belum ada konfirmasi resmi dari Microsoft, sehingga keputusan ini bisa saja berubah.