Usai Indonesia, Giliran Karyawan TikTok Singapura Kena PHK
TikTok kembali melakukan pemangkasan karyawan, kali ini di Singapura. Langkah ini diambil setelah perusahaan resmi memangkas karyawan Tokopedia di Indonesia dan sejumlah negara di Eropa.
Pemangkasan di Singapura merupakan bagian dari strategi restrukturisasi yang dilakukan TikTok di beberapa negara. Indonesia dan Singapura menjadi dua negara di Asia yang paling terdampak.
>>> Innova Zenix Terbakar di Tol Gresik, Diduga Akibat Korsleting Lampu
Dalam keterangannya, TikTok menyebut PHK massal ini bertujuan memperkuat model operasional di divisi kepercayaan dan keamanan. Perusahaan terus melakukan reorganisasi untuk memusatkan tenaga kerja di pusat operasional utama.
Juru Bicara TikTok mengatakan, "Kami terus melakukan reorganisasi untuk memperkuat model operasional global kami di bidang kepercayaan dan keamanan, termasuk memusatkan sebagian tenaga kerja di pusat-pusat operasional utama."
Perusahaan menambahkan bahwa langkah ini juga dilakukan untuk mengembangkan cara kerja agar tim tetap sesuai dan gesit, serta meningkatkan keamanan platform melalui inovasi teknologi terkini.
Seperti di Indonesia, TikTok enggan mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terkena dampak. Perusahaan hanya menegaskan akan memberikan dukungan sesuai undang-undang dan peraturan setempat.
>>> Reaksi Perdana Cyberpunk: Edgerunners Season 2: 'Sungguh Spesial'
Meski TikTok tidak memiliki serikat pekerja, beberapa karyawan yang menjadi anggota serikat pekerja akan mendapatkan bantuan dari serikat tersebut.
Pemangkasan ini terjadi tak lama setelah kabar ByteDance memangkas karyawan di Indonesia mencuat.
Di Indonesia, ByteDance disebut memangkas sekitar 90 persen karyawan Tokopedia, meski jumlah tersebut belum dikonfirmasi resmi.
>>> Investigasi Pizza Express Tak Temukan Bukti Kunjungan Pangeran Andrew
Dalam keterangan sebelumnya, TikTok menyatakan pemangkasan di Indonesia dilakukan untuk menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan perusahaan. Keputusan ini disebut tidak mudah, dan perusahaan akan fokus mendukung karyawan terdampak.
Update Terbaru
Pakar IPB Ungkap Penyebab Bogor Makin Panas dan Tak Sedingin Dulu
Senin / 06-07-2026, 16:57 WIB
Aksi Heroik Kiper Norwegia, Tepis Penalti Brasil hingga Saves Vital
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
Andi Widjajanto Bantah Terlibat Demo: Saya Sedang Makan di Bundaran HI
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
IHSG Menguat ke 5.916 pada Awal Pekan
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
Galaxy Watch 8 dan Watch 7 Jadi Perangkat Samsung Pertama yang Terima Patch Keamanan Juli 2026
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ+, Sebut Tak Sesuai Nilai Moral
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
KARD Umumkan Bubar Setelah Rilis Album dan Tur Perpisahan
Senin / 06-07-2026, 16:56 WIB
Sony Luncurkan BRAVIA BZ-P Series, Layar Profesional 4K HDR di India
Senin / 06-07-2026, 16:53 WIB
Feng Shui Letak Meja Makan di Rumah yang Tepat agar Rezeki Keluarga Mengalir Deras
Senin / 06-07-2026, 16:53 WIB
Apakah Bedak Kedaluwarsa Masih Boleh Dipakai? Kenali Ciri-Ciri dan Risikonya
Senin / 06-07-2026, 16:53 WIB
5 CCTV Bohlam Lampu Praktis, Tinggal Putar dan Pantau Seluruh Ruangan
Senin / 06-07-2026, 16:50 WIB
Kinerja Sawit Menguat, Produksi CPO PTPN III Naik Jadi 2,69 Juta Ton
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB
Wacana Capres Wajib Diusung 3 Parpol, 6 Tokoh Ini Terancam Gagal Maju 2029
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB
PSI Ingin Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', PDIP: Itu Hoaks
Senin / 06-07-2026, 16:49 WIB







