Kader senior PDIP, Andi Widjajanto, akhirnya angkat bicara terkait tudingan bahwa dirinya ikut dalam aksi unjuk rasa di sekitar Bundaran HI, Jakarta, pada Jumat (12/6) lalu.

Eks Gubernur Lemhanas itu membantah keras keterlibatannya.

>>> IHSG Menguat ke 5.916 pada Awal Pekan

"Ya, saya tidak terlibat demo," kata Andi usai mengisi acara bedah buku Mahfud MD di Universitas Islam Indonesia (UII), Sleman, DIY, Senin (6/7).

Menurut Andi, kehadirannya di lokasi murni kebetulan. Ia mengaku saat itu tengah makan siang dan terkejut mendengar suara massa aksi mencapai Bundaran HI.

"Saya hanya mengunjungi adik-adik mahasiswa karena saya sedang makan siang dan kedengaran klaksonnya, lalu kaget mereka bisa tembus ke Bundaran HI, normalnya tidak tembus," jelasnya.

Ia menegaskan tidak ada interaksi apa pun dengan para demonstran. "Nggak, nggak, nggak ada interaksi saya dengan mereka.

Sama sekali nggak ada," pungkasnya.

>>> Galaxy Watch 8 dan Watch 7 Jadi Perangkat Samsung Pertama yang Terima Patch Keamanan Juli 2026

Andi juga menekankan bahwa keberadaannya saat itu tidak bisa ditafsirkan sebagai sikap yang mewakili partainya.

Sindiran Politik untuk PDIP

PDIP sebelumnya mendapat sentilan dari sejumlah partai koalisi pemerintah, seperti PKB dan Golkar, terkait sikap politik yang dinilai abu-abu.

Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengingatkan PDIP untuk bersikap tegas. Sekjen Golkar Muhammad Sarmuji menghormati posisi PDIP sebagai partai penyeimbang, namun mengaku tidak memahami maksudnya.

DPP PDIP menegaskan tidak terlibat atau mengorganisir aksi unjuk rasa di daerah mana pun, termasuk di Bundaran HI oleh mahasiswa dan BEM UI.

Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengatakan sikap itu sesuai instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

>>> Turki Tolak Kapal Pesiar LGBTQ+, Sebut Tak Sesuai Nilai Moral

Ketua DPP PDIP Puan Maharani merespons singkat kritik tersebut. "Enggak kok, kita jelas," ujarnya di kompleks parlemen, Kamis (2/7), tanpa menjelaskan lebih lanjut.