Di tengah fenomena penurunan angka kelahiran total yang melanda Singapura, sebuah tren menarik justru terjadi pada kelompok wanita usia 40 tahun ke atas.

Ketika jumlah perempuan muda yang memilih memiliki anak semakin sedikit, kelompok perempuan berusia 40-an justru menunjukkan grafik sebaliknya.

>>> Kisah Andria Lawan Kanker Payudara, Jalani PET-CT Scan Usai Terapi

Mereka sukses melawan tren penurunan dengan mencatatkan peningkatan angka kelahiran.

Melansir Straits Times, pada 2025 tercatat ada 9,6 bayi lahir per 1.000 perempuan di kelompok usia 40-44 tahun.

Angka ini naik dari 8,9 bayi pada 2015, dan hampir berkali-kali lipat dibanding periode 2005 yang hanya 6,2 bayi.

Tren serupa juga terjadi di kelompok usia 45-49 tahun.

Pada 2025, tercatat 0,5 bayi lahir per 1.000 perempuan usia 45-49 tahun, naik tipis dari 0,4 bayi pada 2015 dan 0,2 bayi pada 2005.

Penurunan Drastis pada Usia Muda

Kondisi di atas berbanding terbalik dengan keputusan perempuan di usia yang lebih muda. Kelompok usia produktif awal justru mencatatkan penurunan minat atau penundaan dalam memiliki anak secara drastis.

Penurunan paling signifikan terlihat pada kelompok wanita usia akhir 20-an hingga awal 30-an. Padahal, kelompok usia ini secara historis merupakan kontributor utama angka kelahiran di Singapura.

Pada 2025, hanya ada 38,3 bayi yang lahir per 1.000 wanita berusia 25-29 tahun.

Angka ini merosot tajam dari 68,7 bayi pada 2015 dan 80,7 bayi pada 2005.

>>> Portronics CineArc 200W 5.1ch Soundbar dengan Subwoofer Kabel Diluncurkan

Untuk mereka yang berusia 30-34 tahun, tercatat ada 70 bayi per 1.000 wanita pada 2025, turun dari 98,5 pada 2015, meski sempat berada di angka 89,2 pada 2005.