Perjalanan pengobatan kanker tidak berakhir setelah terapi selesai. Pasien perlu mengetahui respons tubuh terhadap pengobatan yang telah dijalani.

Hal ini dialami Andria, seorang pasien kanker payudara yang menjalani pemeriksaan PET-CT Scan untuk mengevaluasi kondisinya pascaterapi.

>>> Portronics CineArc 200W 5.1ch Soundbar dengan Subwoofer Kabel Diluncurkan

Andria pertama kali didiagnosis kanker payudara pada 2023 setelah menemukan benjolan saat pemeriksaan mandiri.

"Awalnya saya merasakan adanya benjolan saat melakukan pemeriksaan mandiri.

Setelah menjalani mammografi dan breast screening test, saya direferensikan ke dokter bedah onkologi," ujarnya, Senin (6/7/2026).

Ia kemudian mencari second opinion di Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan memutuskan menjalani pengobatan bersama Dr. dr. Bayu Brahma, Sp.

B, Subsp. Onk(K).

Rangkaian terapi yang dijalani meliputi operasi Breast Conserving Surgery, 6 kali kemoterapi, dan 30 sesi radioterapi.

"Tujuan saya datang ke Mayapada Hospital untuk second opinion, tetapi akhirnya menjalani pengobatan di sini karena merasa cocok dengan pelayanannya," ungkap Andria.

Evaluasi Pascaterapi dengan PET-CT Scan

Setelah menyelesaikan terapi, Andria menjalani evaluasi lanjutan menggunakan PET-CT Scan pada 21 April 2026 di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Pemeriksaan ini bertujuan memantau kondisi penyakit serta respons tubuh terhadap pengobatan yang telah dijalani.

>>> Apa Bedanya Butter dan Margarin? Sering Dikira Sama padahal Beda Fungsinya

Menurut dr. Bayu, evaluasi setelah terapi berperan penting dalam penanganan kanker. "Hasil evaluasi menjadi pertimbangan untuk langkah penanganan berikutnya, termasuk pemantauan lanjutan atau terapi tambahan," jelasnya.

Dr. Lim Andreas, Sp. KN menambahkan, PET-CT Scan membantu dokter memahami kondisi kanker secara menyeluruh dengan menggunakan zat radioaktif dosis rendah.

Pemeriksaan ini dapat menilai penyebaran penyakit, menentukan stadium, serta mengevaluasi respons terapi.

Andria mengaku nyaman selama menjalani PET-CT Scan. "Prosesnya tidak terasa mengintimidasi, meskipun harus berada di dalam alat," tuturnya.

Kehadiran layanan PET-CT Scan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan memperluas akses pasien tanpa perlu ke luar negeri.

Layanan ini masih terbatas di Indonesia, baru tersedia di kurang dari 10 rumah sakit.

Pemeriksaan ini didukung teknologi whole-body imaging untuk pencitraan yang lebih komprehensif.

Oncology Center Mayapada Hospital menerapkan pendekatan Comprehensive Cancer Care dengan tim dokter multidisiplin dan Tumor Board.

>>> 5 Cara Layering Serum yang Tepat agar Wajah Glowing dan Skincare Bekerja Maksimal

Pasien juga didampingi Patient Navigator selama proses perawatan.