Sebuah studi jangka panjang mengungkap hubungan mengejutkan antara bahan kimia umum dan kanker payudara pada wanita muda.

Penelitian yang dipimpin oleh Chen Chien-jen, mantan wakil presiden Taiwan dan ahli epidemiologi, melacak hampir 12.000 wanita selama dua dekade.

in1

>>> Ilmuwan Terkejut Temukan Mekanisme Pembentukan Gunung Etna

Fokus penelitian adalah di (2-ethylhexyl) phthalate atau DEHP, bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastik fleksibel.

DEHP termasuk dalam kelompok ftalat, yang banyak ditemukan pada lantai vinil, tirai kamar mandi, kemasan makanan, kosmetik, dan pembersih rumah tangga sebelum regulasi diperketat pada pertengahan 2010-an.

Meski kini dibatasi ketat di banyak negara, residu DEHP masih ada di air, udara, dan tanah.

Metabolisme Lambat Meningkatkan Risiko

Studi yang dimulai pada awal 1990-an ini membandingkan wanita yang mengembangkan kanker payudara invasif dengan kelompok kontrol yang bebas kanker.

Tim peneliti menguji 11 jenis metabolit ftalat, tetapi hanya DEHP yang menunjukkan hubungan signifikan dengan penyakit tersebut.

Kadar DEHP yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko sebesar 71 persen.

Yang lebih penting, penelitian ini mengatasi kelemahan studi sebelumnya dengan mengukur rasio metabolit spesifik untuk mengetahui seberapa efisien tubuh setiap wanita membersihkan racun.

>>> 5 Zodiak Diramal Dapat Keberuntungan di Akhir Juni 2026

Wanita yang memproses DEHP secara lambat memiliki risiko kanker payudara 65 persen lebih tinggi meskipun tingkat paparannya sama.

Faktor Risiko Berlipat Ganda

Bahaya meningkat drastis ketika paparan lingkungan bertemu dengan kerentanan biologis.

Wanita dengan paparan DEHP tinggi, metabolisme lambat, dan menstruasi pertama pada usia 14 tahun atau lebih muda menghadapi risiko kanker payudara hingga tujuh kali lebih tinggi.