Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi meluncurkan Jakarta Film Commission (JFC) pada Jumat, 26 Juni 2026, bertepatan dengan HUT DKI ke-499.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan Jakarta sebagai kota sinema berkelas dunia.

in1

>>> Taylor Swift Dikabarkan Ganti Beberapa Gaun di Pesta Pernikahan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa gagasan Kota Sinema lahir dari pengalamannya selama 50 tahun di dunia perfilman.

Menurutnya, Jakarta memiliki potensi kuat sebagai lokomotif ekonomi kreatif.

Rano menambahkan, Jakarta memiliki modal dasar berupa sumber daya manusia dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan menjadi rumah bagi 80 persen dari total 141 Production House (PH) di Indonesia.

Layanan Terpadu dan Insentif

Jakarta Film Commission didorong menjadi pusat layanan terpadu untuk memfasilitasi industri perfilman nasional dan internasional.

Lembaga ini akan mengurus seluruh perizinan, termasuk birokrasi aset daerah dan koordinasi dengan kepolisian.

"Urusan kepolisian dan perizinan, kita yang urus semua. Anda (produser) tinggal bekerja supaya kreatif dan tidak terganggu," ujar Rano Karno dalam CNN Indonesia Forward.

Pemprov DKI juga menyediakan insentif berupa potongan harga hingga 50 persen untuk penggunaan lokasi syuting milik aset daerah, seperti MRT, TransJakarta, gedung pemerintah, museum, dan taman.

>>> Millie Bobby Brown Tampil Memukau di Premiere 'Enola Holmes 3'

Selain itu, ada stimulus khusus bagi produser film nasional melalui Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 531 Tahun 2026.

Pemprov juga mendukung promosi dan iklan film di area publik dengan diskon 50 persen, termasuk ruang publikasi di transportasi massal.

Rano optimistis industri film yang padat karya dapat menciptakan efek domino besar bagi perekonomian daerah.

Ia mencontohkan proyek kerja sama film dengan Korea Selatan di kawasan Kota Tua Jakarta yang menyumbang pendapatan daerah hingga miliaran rupiah.

"Kemarin kerja sama itu saja menghasilkan hampir Rp3 miliar untuk Jakarta. Itu belum dihitung dari komponen hotel, makanan, dan sektor lainnya," kata Rano.

Meski demikian, Rano mengakui masih ada tantangan, terutama kesiapan standardisasi SDM lokal seperti kru teknis dan figuran.

Melalui JFC, Pemprov akan menggelar pelatihan aktif agar warga lokal memenuhi kualifikasi internasional.

>>> PB IPSI: Piala Presiden 2026 Perkuat Misi ke Olimpiade 2028

Wagub berharap Jakarta Film Commission dapat memajukan industri perfilman nasional dan menjadi alat promosi pariwisata yang efektif untuk mendongkrak perekonomian Jakarta secara menyeluruh.