Puisi sebagai Saksi: Imaji Puitis dan Politik Kesaksian di Iran
Perang saat ini sangat terlihat.
Gambar gedung terbom, warga sipil terluka, rumah hancur, dan keluarga mengungsi beredar terus di media sosial dan platform berita.
>>> Cara Cek Status NIK KTP Penerima Bansos PKH dan BPNT di Desil 2026
Namun, kelebihan visibilitas ini juga bisa mengaburkan bentuk penderitaan yang sulit direkam kamera, seperti ketakutan, antisipasi, duka, dan keterputusan emosional.
Kematian penyair muda Iran Parnia Abbasi dalam serangan Israel di Teheran pada Juni 2025 menggambarkan ketegangan ini.
Setelah Abbasi dan keluarganya tewas, fragmen puisinya beredar luas di dunia maya, mengubah syairnya menjadi tempat berkumpulnya duka dan kenangan kolektif.
Dalam konteks ini, puisi muncul bukan sebagai alternatif gambar perang, melainkan sebagai mode kesaksian lain terhadap kekerasan dan kehilangan.
Imaji Puitis sebagai Mode Kesaksian
Konsep imaji puitis (poetic imageries) dikembangkan dari analisis puisi penjara Xanana Gusmão, pemimpin Perlawanan Timor Timur, selama pendudukan Indonesia.
Di sana, banyak kekerasan tidak dapat difoto karena sensor dan represi. Puisi menjadi bentuk kesaksian yang mampu membuat ketiadaan, ketakutan, dan penderitaan tubuh terasa melalui bahasa.
Imaji puitis, dengan demikian, campur tangan dalam politik visibilitas dengan memungkinkan pembaca melihat apa yang tidak selalu bisa difoto atau direpresentasikan langsung.
Dalam salah satu syair yang beredar setelah kematiannya, Abbasi menggambarkan pembakaran, penghilangan, dan perubahan menjadi asap, menciptakan citra kerapuhan yang menghantui.
Bait itu berbunyi: "Aku terbakar. / Aku menjadi bintang redup / yang berubah menjadi asap / di langitmu."
Dibaca setelah kematiannya, baris-baris ini memperoleh kekuatan emosional dan politik yang menghantui.
Puisi tidak menyebut perang secara eksplisit, namun citra pembakaran, penghilangan, dan asap membangkitkan sensasi kerapuhan dan kehilangan.
Update Terbaru
Fitur Tersembunyi Google Play Bikin Temukan Aplikasi Baru Lebih Mudah
Sabtu / 27-06-2026, 00:21 WIB
Beralih ke Smart Launcher 6, Pengalaman Pixel Saya Berubah Total
Sabtu / 27-06-2026, 00:17 WIB
Cara Cek Status Penyaluran Dana Bansos PKH dan BPNT Periode Juli 2026
Sabtu / 27-06-2026, 00:17 WIB
5 Aplikasi Game Penghasil Saldo DANA Terpercaya Tahun 2026, Begini Cara Mudah Mengumpulkannya
Sabtu / 27-06-2026, 00:16 WIB
Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru: Apel Premium hingga Cokelat Hadir di Indonesia
Sabtu / 27-06-2026, 00:07 WIB
Bank Sumsel Babel dan Banyuasin Percepat Digitalisasi Keuangan Daerah Lewat KKPD
Sabtu / 27-06-2026, 00:07 WIB
Unusa Luncurkan Sekolah Manajemen dan Kesehatan Berkelanjutan Jelang Dies Natalis ke-13
Jumat / 26-06-2026, 23:50 WIB
Bryce Harper Bantah Sodorkan Jari Tengah ke Fans Nationals, Itu Jari Manis
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
BET Awards: Perayaan Keunggulan Kulit Hitam di Dunia Hiburan
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Mantan Penasihat Trump John Bolton Mengaku Bersalah dalam Kasus Dokumen Rahasia
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Britney Spears di LA, Anak-anaknya Bersiap ke Paris Fashion Week
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Veteran Angkatan Laut Gugat Apartemen Rp4 Miliar Usai Aston Martin Dicuri
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Polda Metro Gagalkan Peredaran Etomidate 'Batman' dalam Beras Basmati
Jumat / 26-06-2026, 23:49 WIB
Shelby F-150 Baja Raptor R: Lebih dari 1.000 HP dengan Harga Hampir Rp3 Miliar
Jumat / 26-06-2026, 23:46 WIB






