Seorang wanita veteran Angkatan Laut di Texas menggugat kompleks apartemennya setidaknya US$250.000 atau sekitar Rp4 miliar setelah Aston Martin DB9 miliknya dicuri.

Gugatan itu menimbulkan pertanyaan rumit tentang siapa yang bertanggung jawab atas serangkaian keputusan yang berujung pada pencurian tersebut.

in1

>>> Shelby F-150 Baja Raptor R: Lebih dari 1.000 HP dengan Harga Hampir Rp3 Miliar

Menurut laporan KTRK, insiden terjadi setelah tengah malam di kompleks apartemen Soneto on Western di kawasan Katy dekat Houston.

Pemilik mobil, yang diidentifikasi dengan nama belakang Shares, mengaku biasa parkir di jalur pemadam kebakaran.

Ia meninggalkan Aston Martin DB9 dalam keadaan menyala saat mengantar putrinya yang berusia enam tahun ke dalam kompleks.

Shares membeli mobil itu untuk ulang tahunnya yang ke-21 dan jarang mengendarainya. "Mobil itu memiliki jarak tempuh di bawah 30.000 mil, dalam kondisi murni," katanya.

Ketika kembali, mobil sudah melaju pergi. Alih-alih menelepon polisi, ia mengejar dan berhasil menemukan mobil saat pelaku menunggu gerbang apartemen terbuka.

Shares melompat melalui jendela pengemudi dan berkelahi dengan pelaku. Tak lama kemudian, mobil menabrak trotoar, berhenti, dan pelaku melarikan diri.

Otoritas tidak dapat mengidentifikasi tersangka karena tidak menemukan sidik jari atau bukti DNA yang dapat digunakan.

>>> Bos BMW M dan Kepala Desain Sepakat: Mobil Impian Mereka adalah M1 Modern

Gugatan dan Tanggung Jawab

Shares kini menggugat kompleks apartemen dan perusahaan manajemen, Embrey Management Services, dengan tuntutan ganti rugi minimal US$250.000.

Pengacaranya, Spencer Welch, mengatakan, "Mereka seharusnya bisa memperkirakan bahwa penjahat bisa masuk ke kompleks mengingat pola besar aktivitas kriminal dan fakta bahwa gerbang mereka tidak berfungsi untuk penghuni."