Kylie Jenner kembali berurusan dengan hukum. Seorang mantan koki pribadinya menggugat bintang reality show itu dengan tuduhan diskriminasi terhadap pekerja hamil.

Dalam gugatan yang diajukan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles, perempuan tersebut mengaku mengalami keguguran setelah dipaksa menjalani pekerjaan fisik berat saat tengah hamil dengan risiko tinggi.

in1

>>> Gen Alpha Akali Verifikasi Usia dengan Makeup dan Kumis Palsu

Ia bekerja 11 hingga 12 jam sehari, lima hari dalam seminggu.

Meski sudah memberi tahu supervisor tentang kondisi kehamilannya, ia tetap diminta mengangkat makanan berat dan mengerjakan tugas fisik tanpa bantuan.

Insiden puncak terjadi saat ia bertugas di pesta ulang tahun anak Kylie Jenner di Palm Springs pada Februari 2025.

Permintaannya untuk mendapat bantuan diabaikan.

"Karena kelelahan dan tekanan fisik yang luar biasa, ia menangis di kamar mandi selama acara berlangsung," demikian isi gugatan.

Keesokan paginya, ia mengalami pendarahan hebat dan dilarikan ke rumah sakit. Dokter menyatakan janin yang dikandungnya sudah tidak memiliki detak jantung.

>>> Timnas Iran Tegaskan Tolak Perayaan LGBT pada Laga Kontra Mesir di Seattle

Beberapa hari setelah kejadian, ia justru dituduh meninggalkan dapur dalam keadaan berantakan. Ia juga mengklaim salah satu supervisor berkata, "Berhenti, berhenti saja.

Kamu membuat Kylie sedih."

Melalui gugatan tersebut, mantan koki itu menuntut ganti rugi atas dugaan diskriminasi terhadap pekerja hamil, pelecehan di tempat kerja, pelanggaran hak ketenagakerjaan, hingga pemutusan hubungan kerja secara tidak sah.

"Status sebagai selebriti tidak membebaskan siapa pun dari hukum ketenagakerjaan California.

Kami menantikan kesempatan menghadirkan bukti di pengadilan agar fakta berbicara dengan sendirinya," ujar pengacara Della Shaker, dikutip dari LA Times.

Hingga kini, perwakilan Kylie Jenner belum memberikan tanggapan. Ini menjadi gugatan ketiga yang dihadapi Kylie Jenner dalam waktu kurang dari dua bulan.

>>> Fitur Tersembunyi Gemini Ini Bisa Otomatiskan Tugas, Tapi Jarang Digunakan

Sebelumnya, dua mantan petugas kebersihannya juga menggugat dengan tuduhan diskriminasi dan perlakuan tidak adil.