Anak-anak dari Generasi Alpha diketahui mampu membobol sistem verifikasi usia di internet dengan cara yang tak terduga, seperti menggunakan makeup atau menggambar kumis palsu agar terlihat lebih tua.

Laporan terbaru dari Internet Matters, seperti dikutip Fortune, mengungkap bahwa sekitar sepertiga anak di Inggris berhasil melewati sistem verifikasi usia yang dirancang untuk melindungi mereka dari konten berbahaya.

in1

>>> Timnas Iran Tegaskan Tolak Perayaan LGBT pada Laga Kontra Mesir di Seattle

Penelitian yang melibatkan 1.270 anak berusia 9 hingga 16 tahun beserta orang tua mereka menunjukkan bahwa 32 persen anak mengaku pernah mencoba melewati pemeriksaan usia dalam dua bulan terakhir.

Cara paling umum adalah memasukkan tanggal lahir palsu.

Selain itu, beberapa anak memanfaatkan akun milik orang lain, meminjam perangkat, menggunakan VPN, hingga mengunggah foto atau video orang lain untuk mengelabui sistem deteksi wajah.

Salah satu temuan menarik adalah penggunaan makeup untuk memanipulasi penampilan.

Seorang ibu melaporkan anak laki-lakinya menggambar kumis menggunakan pensil alis, dan sistem langsung memverifikasinya sebagai remaja berusia 15 tahun.

Fakta ini menunjukkan bahwa teknologi verifikasi usia saat ini masih memiliki banyak kelemahan. Hampir setengah dari anak-anak yang disurvei menganggap sistem tersebut tidak cukup sulit untuk ditembus.

Tidak hanya anak-anak, sebagian orang tua juga diketahui membiarkan atau bahkan membantu anak mereka melewati batasan usia online.

Data menunjukkan 26 persen orang tua mengaku pernah mengizinkan, dan 17 persen di antaranya aktif membantu.

>>> Fitur Tersembunyi Gemini Ini Bisa Otomatiskan Tugas, Tapi Jarang Digunakan

Setelah berhasil masuk ke platform yang seharusnya dibatasi, banyak anak terpapar konten berbahaya.