Aktor Jepang Nijiro Murakami tengah menjadi sorotan setelah diduga melakukan kekerasan terhadap seorang perempuan yang pernah menjalin hubungan dengannya. Dugaan peristiwa itu disebut terjadi di kediaman Murakami di kawasan Shibuya, Tokyo, sekitar tahun 2024.

Korban melaporkan kasus tersebut kepada Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo pada 2026. Berdasarkan keterangannya, ia mengaku mengalami kekerasan berulang, termasuk pukulan di bagian wajah yang menyebabkan cedera dan membutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk pulih.

in1

Dalam perkembangan penyelidikan, Murakami dilaporkan memenuhi panggilan penyidik secara sukarela. Ia juga mengakui telah menyebabkan korban mengalami luka.

"Tidak ada keraguan sedikit pun, saya telah melukainya," ujar Murakami dalam pernyataan yang dikutip media Jepang.

>>> Ratusan Supporter Padati Shibuya Rayakan Jepang Lolos ke 32 Besar

Berkas perkara diserahkan ke kejaksaan

Setelah penyelidikan kepolisian rampung, berkas perkara kini telah dilimpahkan ke kantor kejaksaan. Dalam sistem hukum Jepang, pelimpahan berkas tidak berarti seseorang telah dinyatakan bersalah ataupun langsung ditahan.

Jaksa selanjutnya akan mempelajari hasil penyidikan sebelum memutuskan apakah perkara tersebut layak dibawa ke pengadilan atau dihentikan.

Hingga kini Murakami maupun agensi yang menaunginya belum menyampaikan pernyataan resmi mengenai kasus tersebut. Rumah produksi yang bekerja sama dengannya juga belum memberikan penjelasan apakah proses hukum itu akan memengaruhi proyek yang sedang berjalan.

Karier Nijiro Murakami

Nijiro Murakami lahir di Tokyo pada 1997. Ia merupakan putra aktor Jun Murakami dan penyanyi UA.

Karier aktingnya dimulai lewat film Still the Water pada 2014. Penampilannya dalam film garapan Naomi Kawase itu membawanya meraih penghargaan Aktor Pendatang Baru Terbaik di Festival Film Takasaki setelah film tersebut diputar dalam kompetisi Festival Film Cannes ke-67.