Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menetapkan target besar untuk meloloskan pencak silat sebagai cabang olahraga resmi pada Olimpiade 2032.

Ambisi ini disampaikan di sela Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026.

in1

>>> Jakarta Gunakan HUT Ke-499 sebagai Gerbang Menuju 5 Abad

Wakil Ketua Umum PB IPSI, Mohamad Hasan, menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, melainkan identitas bangsa yang siap mendunia.

"Program dari Kemenpora kan kita mencoba untuk mengajak seluruh kegiatan untuk road to Olympic.

Pencak Silat itu bisa menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade nantinya," ujar Mohamad Hasan.

Meski target masih enam tahun lagi, kedua pihak optimistis.

Sesmenpora Gunawan Suswantoro mengungkapkan tantangan utama adalah memenuhi persyaratan internasional dengan memperluas kepengurusan pencak silat ke seluruh dunia.

"Saya pikir harus siap.

Karena kita mulai 2026 ini, kita pensosialisasian pada seluruh dunia, minimal kepada 75 negara dan 5 benua, 120 negara.

Ini penting supaya nanti menjadi persyaratan untuk menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade," kata Gunawan.

Kemenpora akan mengandalkan diplomasi melalui KBRI dan Konjen di negara sahabat. Setiap perwakilan diharapkan memfasilitasi tempat latihan untuk menjaring atlet lokal di mancanegara.

>>> Kepala YTR Korban Taufik Hidayat Alami Infeksi Parah, Ditemukan Belatung

Sekjen PB IPSI, Abdul Karim Aljufri, menekankan bahwa pencak silat tidak akan tembus Olimpiade jika persaingan global tidak kompetitif.

PB IPSI telah mendistribusikan pelatih lokal ke luar negeri.

"Kita ingin pencak silat, terutama dari sisi pencak silat olahraganya, di luar negeri bisa muncul juara-juara baru.

Karena tidak mungkin pencak silat bisa lolos ke ajang yang lebih tinggi kalau negara-negara lain tidak kita beri kesempatan untuk mendapatkan latihan yang baik," jelas Abdul Karim.