Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu semakin tidak populer di kalangan warganya. Banyak pihak menilai ia tidak layak melanjutkan jabatannya.

Jajak pendapat yang dilakukan Channel 12 pada awal Juni 2026 mengungkapkan bahwa 58 persen responden meyakini kandidat lain seharusnya menjadi perdana menteri.

in1

>>> Pesawat Kecil Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Terekam Video

Hanya 32 persen yang setuju Netanyahu kembali menjabat, sementara 10 persen menyatakan tidak tahu.

Siapa Pengganti Netanyahu?

Ketika ditanya siapa sosok yang pantas menjadi perdana menteri, 38 persen responden memilih pemimpin Partai Yashar, Gadi Eisenkot.

Netanyahu hanya mendapat 27 persen, dan mantan PM Naftali Bennett 12 persen.

Survei yang sama juga menanyakan soal sosok paling bisa dipercaya. Hasilnya, Eisenkot kembali unggul dengan 38 persen, disusul Netanyahu 27 persen, dan Bennett 12 persen.

>>> Sinopsis Notes from the Last Row, Drama Korea Terbaru Choi Min-sik di Netflix

Dalam hal manajemen ekonomi, Bennett dinilai lebih mampu menangani ekonomi dan biaya hidup dengan 28 persen. Netanyahu hanya 23 persen, dan Eisenkot 16 persen.

Penurunan popularitas Netanyahu terjadi setelah Israel melancarkan agresi ke Palestina pada Oktober 2023.

Agresi tersebut menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina, menghancurkan ratusan ribu rumah, dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

>>> 5 Tanda Seseorang Tak Menyukai Kita yang Terlihat dari Chat

Selain itu, Netanyahu juga memulai perang dengan Iran, Lebanon, Suriah, dan Yaman. Serangkaian konflik ini membuat citranya semakin merosot di mata publik.