Pakistan kembali menegaskan sikapnya untuk tidak mengakui Israel sebelum Palestina merdeka sebagai negara berdaulat.

Hal ini disampaikan Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, di Jakarta pada Jumat (26/6).

in1

>>> BPS Jelaskan Alasan Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026 Lebih Rinci

"Kami percaya bahwa kami tidak mengakui Israel, dan kami tidak akan mengakui Israel sampai masalah Palestina terselesaikan," ujar Zahid.

Ia menambahkan bahwa Pakistan selalu dan akan terus memberikan dukungan penuh diplomatik, politik, dan moral kepada rakyat Palestina.

Menurutnya, sikap ini didasari oleh perlakuan Israel terhadap Palestina.

Solusi Dua Negara Jadi Kunci

Zahid meyakini perdamaian jangka panjang di kawasan hanya bisa tercapai melalui solusi dua negara.

>>> IHSG Terkapar ke 5.896 Sore Ini, 562 Saham Terbakar

Kerangka yang disepakati komunitas internasional ini bertujuan mendirikan negara Palestina merdeka yang saling mengakui dan menghormati kedaulatan masing-masing.

"Baik Palestina maupun Israel perlu hidup dalam damai dan harmoni, tetapi hal itu bisa dicapai melalui negara Palestina yang merdeka berdasarkan perbatasan sebelum 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota," jelasnya.

Palestina menjadi sorotan dunia sejak Israel melancarkan agresi pada Oktober 2023.

Agresi tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina, menghancurkan ratusan ribu rumah, dan menyebabkan jutaan warga mengungsi.

>>> Jadwal Siaran Langsung Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026

Selain agresi, Israel juga terus menduduki Tepi Barat dan memperluas permukiman di sana. Sikap Pakistan ini menjadi salah satu bentuk solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina.