Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendapat sorakan dan teriakan agar mundur dari perwira militer dalam acara kelulusan di pangkalan Bahad 1, Kamis (25/6).

Momen itu terjadi saat Netanyahu menyampaikan pidato di upacara wisuda perwira tempur. Menurut laporan Yedioth Ahronoth, teriakan slogan anti-pemerintah dan seruan mundur menggema di tengah pidatonya.

in1

>>> PDIP: Blusukan Jokowi Kampanye Politik untuk Masa Depan Gibran di 2029

Meski mendapat protes, Netanyahu tetap melanjutkan pidatonya. Ia mengklaim Israel saat ini "berada di puncak perang regional yang masih berlangsung."

Netanyahu juga menyatakan Israel telah "berhasil mengubah aturan permainan di kawasan, mematahkan tembok ketakutan, dan membuktikan kekuatan cengkeraman besinya."

>>> Proyek Ladang Gas Raksasa Abadi Masela Mulai Konstruksi 2027

Aksi protes ini terjadi di tengah gelombang demonstrasi di sejumlah kota Israel yang menuntut pemilu lebih awal.

Para demonstran menyalahkan pemerintah atas kegagalan menangani peristiwa 7 Oktober 2023 yang memicu agresi ke Gaza.

>>> BPS Terjunkan 3.000 Petugas Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Kaltim

Selain itu, demonstran juga menekan Netanyahu terkait perang AS dan Israel melawan Iran yang dinilai merugikan Tel Aviv setelah adanya kesepakatan Washington-Teheran.