Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa ia tidak pernah meminta izin kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menyerang Iran.

Netanyahu mengatakan bahwa ia hanya memberitahu Trump sebelum operasi serangan Israel ke Iran pada 25 Juni 2025.

in1

>>> KSP Dudung Jenguk YTR, Sampaikan Pesan Prabowo

"Saya tidak meminta izin.

Saya hanya memberi tahu dia tentang rencana kami," ujar Netanyahu dalam pidato berbahasa Ibrani di konferensi Muni Expo untuk pejabat lokal di Tel Aviv, dikutip dari The Times of Israel.

Ia menambahkan bahwa Israel harus menyerang Iran karena negara itu secara terbuka menyatakan ingin menghancurkan Israel dan Amerika Serikat.

>>> Kejuaraan Pencak Silat Piala Presiden 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Netanyahu mengeklaim bahwa AS akhirnya ikut menyerang Iran pada 28 Februari 2026 setelah melihat Israel melakukan serangan ke Teheran pada 2025.

"Saya senang bahwa dia akhirnya bergabung menjelang akhir aksi yang sangat penting ini," kata Netanyahu.

Pernyataan ini muncul saat hubungan Israel dan AS sedang renggang karena Washington menerima kesepakatan dengan Teheran.

>>> Indonesia Setop Impor Solar Tahun Ini, B50 Mulai Juli 2026

Netanyahu juga mengutip prinsip Talmud, "Jika seseorang datang untuk membunuhmu, bangunlah lebih awal dan bunuh dia terlebih dahulu," sebagai refleksi doktrin keamanan Israel yang lebih preventif.