Jumlah korban tewas akibat gempa kembar yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) malam terus bertambah. Hingga Jumat (26/6), tercatat 235 orang meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan Venezuela melaporkan lebih dari 1.500 orang mengalami luka-luka. Informasi ini dikutip dari AFP.

in1

>>> Klasemen Akhir Grup F Piala Dunia 2026: Belanda Juara, Jepang Runner-up

Tim pencarian dan pertolongan (SAR), kepolisian, militer, dan warga sipil masih terus bekerja keras. Mereka berusaha menyelamatkan korban yang tertimbun reruntuhan gedung akibat gempa.

Gempa bumi pertama berkekuatan M 7,2 mengguncang sekitar 160 kilometer sebelah barat Caracas. Kurang dari satu menit kemudian, gempa kedua berkekuatan M 7,5 terjadi.

Menurut Survei Geologi AS (USGS), gempa ini merupakan yang terkuat di Venezuela sejak tahun 1900.

Setidaknya delapan rumah sakit, markas besar Palang Merah Venezuela, dan kedutaan besar Prancis termasuk bangunan yang mengalami kerusakan parah.

>>> Awali Kunjungan ke Lampung, Jokowi Bakal Hadiri Rakorda PSI

Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyatakan sekitar 70.000 keluarga di negara bagian La Guaira terdampak gempa.

La Guaira adalah wilayah pesisir yang berbatasan dengan Caracas dan lokasi bandara utama ibu kota.

Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez menyebut wilayah tersebut sebagai zona bencana. Pemerintah bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk mendatangkan alat berat guna mempercepat penyelamatan.

Listrik masih langka di beberapa bagian negara bagian. Bandara Caracas ditutup setelah mengalami kerusakan, dengan video menunjukkan kepanikan saat panel langit-langit runtuh.

>>> Penampakan Kerusakan Parah usai Venezuela Diguncang 2 Gempa Dahsyat

Petugas darurat dan sukarelawan mencari korban di antara reruntuhan hingga larut malam. Namun, di beberapa daerah, warga mengeluhkan lambatnya bantuan resmi.