Di era digital, gadget sudah menjadi bagian dari keseharian anak. Banyak orang tua mencari cara untuk mengurangi screen time tanpa paksaan.

Salah satu solusinya adalah mengenalkan permainan tradisional. Selain menghibur, permainan ini mendorong anak bergerak aktif, bersosialisasi, dan mengeksplorasi lingkungan.

in1

>>> 9 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang Tidak Bahagia, Banyak yang Tak Sadar

Masa kanak-kanak adalah periode penting untuk mengembangkan motorik, kreativitas, dan keterampilan sosial. Permainan tradisional bisa menjadi alternatif yang bermanfaat.

Delapan Permainan Tradisional yang Direkomendasikan

Berikut delapan permainan tradisional yang bisa dicoba agar anak tidak terus-menerus bermain gadget.

1. Petak umpet.

Permainan ini melatih strategi, konsentrasi, dan membuat anak aktif bergerak.

2. Engklek.

Dimainkan dengan melompati kotak-kotak di tanah menggunakan satu kaki. Melatih keseimbangan dan koordinasi.

3. Lompat tali.

Menggunakan karet gelang yang disusun menjadi tali. Melatih kelincahan, kekuatan otot kaki, dan keberanian.

4. Gobak sodor.

>>> Jepang Tahan Swedia 1-1, Samurai Biru Lolos Grup F Dampingi Belanda

Permainan beregu yang membutuhkan kerja sama dan strategi. Mengembangkan komunikasi dan kemampuan bekerja sama.

5. Congklak.

Menggunakan papan berlubang dan biji-bijian. Melatih berhitung, konsentrasi, dan pemecahan masalah.

6. Kelereng.

Mengandalkan ketepatan dan strategi. Melatih koordinasi mata-tangan, kesabaran, dan pengambilan keputusan.

7. Bentengan.

Dua kelompok saling merebut benteng lawan. Membutuhkan kecepatan, kecerdikan, dan kerja sama tim.

8. Ular naga.

>>> Microsoft Naikkan Harga Xbox, Hentikan Model 2TB per Agustus 2026

Permainan kelompok sambil bernyanyi. Melatih keberanian, kekompakan, dan kemampuan bersosialisasi.