Eco Parenting: Cara Sederhana Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan pada Anak
Krisis lingkungan yang semakin terasa membuat upaya pelestarian alam tidak bisa hanya dibebankan pada perubahan kebijakan atau perilaku orang dewasa.
Pembentukan kebiasaan ramah lingkungan perlu dimulai sejak usia dini, dan keluarga menjadi ruang pertama yang berperan penting dalam proses tersebut.
>>> Samsung Luncurkan Chip Penyimpanan UFS 5.0 Tercepat di Dunia, Debut di Galaxy S27?
Salah satu pendekatan yang mulai banyak diperkenalkan adalah eco parenting, yaitu pola asuh yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Keluarga sebagai Ruang Belajar Pertama tentang Lingkungan
Konsep eco parenting berangkat dari pemahaman bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak.
Cara orang tua menggunakan listrik, mengelola sampah, memilih barang konsumsi, hingga memperlakukan alam menjadi pengalaman awal yang membentuk cara anak memahami dunia di sekitarnya.
Hal ini sejalan dengan temuan penelitian “Eco Family: Metode Parenting Anak Usia Dini untuk Membentuk Generasi Literasi Lingkungan”.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membangun literasi lingkungan anak melalui kebiasaan yang dilakukan secara konsisten di rumah.
Literasi lingkungan tidak hanya dimaknai sebagai pengetahuan mengenai isu lingkungan, tetapi juga mencakup kesadaran, sikap, dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih bertanggung jawab terhadap alam.
Dengan kata lain, anak tidak sekadar mengetahui bahwa membuang sampah sembarangan itu salah, tetapi juga memahami alasan dan dampaknya terhadap lingkungan.
Eco Parenting Tidak Harus Dimulai dari Langkah Besar
Dalam praktiknya, eco parenting tidak harus diwujudkan melalui aktivitas yang rumit atau membutuhkan biaya besar.
Pendekatan ini justru menekankan pembelajaran melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara berulang.
Berdasarkan panduan UNICEF (22/6/2026), bentuk aktivitas dapat disesuaikan dengan usia anak.
Update Terbaru
Aceh Dibidik Investor Migas Global, BPMA Dorong Eksplorasi Baru
Selasa / 23-06-2026, 12:42 WIB
Jadwal Bioskop Trans TV 24 - 28 Juni 2026
Selasa / 23-06-2026, 12:41 WIB
Gibran Disorot Usai Mahasiswa Ngaku Terima Uang, Publik Tunggu Klarifikasi
Selasa / 23-06-2026, 12:39 WIB
Ekonom: Pasar Respons Positif Kenaikan BI Rate, Rupiah Menguat
Selasa / 23-06-2026, 12:38 WIB
Menkes Budi Pastikan Korban Penyekapan Bandung Jalani Rekonstruksi Wajah di RSHS
Selasa / 23-06-2026, 12:38 WIB
Biaya dan Minimnya Dorongan Pasar Jadi Kendala UMKM Urus Sertifikasi Halal
Selasa / 23-06-2026, 12:28 WIB
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi
Selasa / 23-06-2026, 12:28 WIB
Wanita Brasil Dihukum Penjara karena Menguntit Jung Kook BTS
Selasa / 23-06-2026, 12:23 WIB
Poco X8 Pro Yellow Resmi di Indonesia, Desain Ikonik dan Fitur Komunikasi Tanpa Sinyal
Selasa / 23-06-2026, 12:23 WIB
Harga Steam Machine Lebih Mahal dari PS5, Ini Penyebabnya
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
SmartThings Segera Dukung Matter 1.6 untuk Kemudahan Setup dan Keamanan
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak, Pemain dan Penonton Dievakuasi
Selasa / 23-06-2026, 12:22 WIB
Terapi Regeneratif Stem Cell: Harapan Baru Pemulihan Pasca Stroke
Selasa / 23-06-2026, 12:21 WIB
OpenAI Perluas Inisiatif Daybreak dengan Codex Security, GPT-5.5-Cyber, dan Patch the Planet
Selasa / 23-06-2026, 12:21 WIB






