Valve resmi meluncurkan konsol game terbarunya, Steam Machine, dengan harga yang lebih mahal dibandingkan PlayStation 5 (PS5).

Langkah ini langsung memicu perbincangan hangat di kalangan gamer karena strategi penetapan harga yang cukup tinggi.

in1

>>> Sharp Genjot Produk Ramah Lingkungan, Gandeng Pemda DKI Kelola Sampah Elektronik dan Tanam 600 Pohon

Penyebab Mahalnya Steam Machine

Tingginya harga jual Steam Machine dipicu oleh lonjakan harga komponen perangkat keras global dalam beberapa bulan terakhir.

Komponen memori seperti RAM dan media penyimpanan internal menjadi faktor utama yang mendongkrak biaya produksi.

Dalam pengumuman resminya, Valve menjelaskan bahwa kendala logistik dan manufaktur memaksa mereka mengubah target harga awal.

"Harga yang kami tetapkan adalah hasil langsung dari biaya komponen-komponen ini," tulis Valve dalam pernyataan resmi.

"Efek keseluruhannya adalah tujuan awal kami untuk harga Steam Machine tidak lagi layak," tambah pihak Valve.

>>> Oppo Kuasai Pasar Smartphone Indonesia Q1 2026, Find X9 Ultra dan Find X9s Bidik Premium

Perusahaan video game asal Amerika Serikat ini juga mengungkapkan bahwa krisis ketersediaan pasokan material turut memengaruhi volume produksi.

Akibatnya, jumlah unit Steam Machine yang tersedia pada hari pertama peluncuran menjadi sangat terbatas.

"Ada periode di mana kami sama sekali tidak dapat memperoleh beberapa komponen kami, dengan harga berapa pun," jelas Valve.

"Lebih dari apa pun, hal ini telah memengaruhi jumlah unit yang dapat kami produksi untuk peluncuran," ungkap mereka.

Untuk memberikan gambaran jelas, Valve merilis empat varian spesifikasi dengan harga bervariasi tergantung kapasitas penyimpanan.

>>> Turnamen Domino Nasional HGI Digelar di Jakarta, 1.500 Peserta Berebut Hadiah Rp200 Juta

Konsol ini dipasarkan mulai dari varian kapasitas terendah hingga paket bundel premium dengan pengontrol khusus.