Valve mengambil langkah besar dengan menghentikan peredaran Steam Gift Card fisik di berbagai toko ritel di seluruh dunia.

Keputusan ini diambil sebagai upaya nyata perusahaan untuk melindungi konsumen dari ancaman kejahatan siber yang semakin marak.

>>> PBTI Matangkan Persiapan Asian Indonesia Open Taekwondo 2026

Menurut laporan dari Gamebrott, penghentian distribusi kartu fisik ini didasari oleh taktik para pelaku penipuan yang kian cerdik.

Valve menyatakan telah menerapkan berbagai bentuk pembatasan dalam beberapa tahun terakhir untuk meredam aksi kejahatan tersebut, namun upaya itu belum membuahkan hasil.

Penutupan jalur penjualan ritel akhirnya dipilih sebagai opsi paling logis untuk memutus rantai penipuan.

Stok kartu fisik yang saat ini masih tersedia di gerai-gerai ritel tetap dapat ditukarkan oleh pengguna hingga masa edarnya habis.

Kartu fisik diperkirakan akan sepenuhnya hilang dari pasaran pada akhir tahun 2026.

>>> FIFA Rilis Jadwal Piala Dunia 2026, Ajang Terbesar dalam Sejarah

Fokus pada Sistem Digital

Meskipun kartu fisik yang telah beredar lebih dari satu dekade ini resmi ditiadakan, para pemain game tidak perlu khawatir karena fungsi penukaran saldo tetap berjalan normal.

Valve kini fokus mematangkan sistem pembelian secara digital untuk menggantikan peran kartu fisik tersebut.

Sistem baru ini mencakup pengoptimalan fitur Guest Checkout yang sudah diluncurkan sejak tahun lalu.

Fitur tersebut dirancang untuk mempermudah pihak keluarga atau teman dalam mengirimkan hadiah saldo secara langsung tanpa proses yang rumit.

>>> Kurs Mata Uang Asia Bergerak Terbatas pada 11 Juni 2026

Kebijakan proaktif dari Valve ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem belanja game PC yang jauh lebih aman, bersih, serta terpercaya bagi seluruh pengguna.