Ribuan anak muda India yang tergabung dalam Generasi Z menggelar aksi protes massal selama beberapa pekan terakhir dengan membentuk Cockroach Janata Party (CJP) atau Partai Kecoak.

Gerakan ini merupakan respons atas skandal kebocoran ujian masuk fakultas kedokteran yang memicu kemarahan luas di kalangan pelajar.

>>> Trofi Piala AFF 2026 Dipamerkan, Timnas Indonesia Berambisi Akhiri Puasa Gelar

Partai Kecoak yang didirikan para demonstran menjadi sindiran langsung terhadap partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, Bharatiya Janata Party (BJP).

Aksi damai yang awalnya berlangsung di Jantar Mantar, New Delhi, berubah menjadi bentrokan setelah aparat kepolisian merespons dengan kekerasan.

Tuntutan Demonstran

Demonstrasi yang diwarnai penggunaan topeng kecoak ini dipicu oleh bocornya soal ujian masuk fakultas kedokteran yang memaksa lebih dari 2 juta peserta menjalani ujian ulang.

Para demonstran juga menyuarakan keprihatinan atas tingginya angka pengangguran dan minimnya lapangan kerja. Mereka mendesak Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan untuk mundur dari jabatannya.

Perdana Menteri Narendra Modi akhirnya angkat bicara terkait tuntutan tersebut.

Ia berjanji akan menghukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kebocoran ujian dan meminta parlemen menciptakan sistem ujian yang anti-kecurangan.

Kemarahan generasi muda ini menjadi tantangan terbesar bagi Modi di masa jabatan ketiganya.

Respons Menteri Pendidikan

Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen penuh untuk membahas masalah ujian NEET dan mengatasi kekhawatiran kaum muda di parlemen.

Namun, ia juga menuding demonstrasi tersebut ditunggangi oleh politikus oposisi yang ingin melemahkan pemerintahan saat ini.

"Para mahasiswa di India pantas mendapatkan perlakuan yang jauh lebih baik daripada hanya dijadikan alat dalam kampanye politik," ujar Pradhan, merujuk pada seruan ketua partai oposisi Rahul Gandhi yang meminta mahasiswa bergabung dalam protes.