Menteri Pendidikan India Dharmendra Pradhan mengundurkan diri dari jabatannya setelah berminggu-minggu dihantam demonstrasi besar-besaran yang digerakkan oleh Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoak.

Pengunduran diri itu diumumkan Pradhan melalui platform X pada Sabtu (25/7), bertepatan dengan aksi polisi yang menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa di New Delhi.

>>> 6 Penyebab Anak Sulit Minta Maaf yang Perlu Dipahami Orang Tua

"Melihat situasi yang terjadi di Jantar Mantar dan di seluruh negeri, serta agar kekuatan anti-nasional tidak memanfaatkan situasi ini, saya telah mengirimkan surat pengunduran diri saya kepada Perdana Menteri (Narendra Modi)," ujar Pradhan dalam unggahannya dikutip dari Aljazeera.

Pradhan menyatakan tidak ingin puluhan ribu siswa yang menuntut pengunduran dirinya dimanfaatkan oleh 'kelompok anti-nasional'.

Skandal Kebocoran Soal Ujian

Protes besar-besaran ini dipicu oleh serangkaian skandal kebocoran soal ujian nasional, gangguan teknis, hingga pembatalan ujian mendadak yang memicu kemarahan publik.

Perdana Menteri Narendra Modi berjanji akan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku kebocoran soal, termasuk membentuk pengadilan jalur cepat (fast-track courts) untuk mengadili pihak yang terlibat.

Pada malam yang sama, aktivis terkemuka Sonam Wangchuk menghentikan aksi mogok makan selama 26 hari yang digelar untuk menekan pemerintah.

Namun, para aktivis mahasiswa menegaskan aksi turun ke jalan tidak akan berhenti sampai tuntutan utama mereka dipenuhi secara menyeluruh.

>>> Penjelasan Ilmiah Mengapa Anjing Menguap Setelah Anda Menguap

Partai Kecoak dan Eskalasi Protes

Gelombang unjuk rasa ini digerakkan oleh Cockroach Janta Party (CJP) atau Partai Kecoak, yang berawal dari gerakan satire media sosial pada Mei lalu dan bertransformasi menjadi wadah nasional yang menuntut reformasi struktural di sektor pendidikan.

Pusat utama demonstrasi berada di Jantar Mantar, kompleks observatorium bersejarah abad ke-18 di New Delhi yang berdekatan dengan Gedung Parlemen.

Sejak Senin, massa juga menduduki sebagian ruas Parliament Street, jalur penghubung vital antara Gedung Parlemen dan area bisnis Connaught Place.

Eskalasi bentrokan sempat memuncak awal pekan ini.

Polisi menggunakan gas air mata dan pukulan tongkat (baton-charge) untuk mengalau massa yang mencoba menerobos menuju Gedung Parlemen.

>>> 10 Superfoods yang Disarankan Dokter untuk Menjaga Gula Darah Stabil

Tindakan aparat dan pemutusan jaringan internet seluler di area demonstrasi menuai kecaman dari Human Rights Watch dan Amnesty International, yang menilai respons polisi berlebihan.