Gelombang nostalgia menyapa jagat hiburan Tanah Air pada pertengahan Juli 2026 ini. Nama grup vokal wanita legendaris era 2000-an, Princess, kembali menjadi buah bibir di media sosial. Momen reuni mereka bersama sang pencipta lagu dan mentor, Kevin Aprilio, sukses memancing air mata dan kenangan manis para penggemar.
 
Namun, di tengah euforia pertemuan kembali anggota-anggota inti Princess, ada satu nama yang absen dan memicu tanda tanya besar: Elma Agustin.
 
Bukan tanpa alasan, ketidakhadiran mantan personel yang kini bertransformasi menjadi seorang ibu ini sontak memancing spekulasi liar di kalangan warganet. Apakah ada konflik internal? Atau sekadar jadwal yang bentrok?
 
Menjawab rasa penasaran publik yang mulai memanas, Elma Agustin akhirnya memilih untuk buka suara. Melalui sebuah video yang diunggahnya di akun TikTok pribadinya, @elmaaa_e, Elma memberikan klarifikasi yang justru menyingkap sisi lain dari industri hiburan: pentingnya etika komunikasi.
 

Klarifikasi via TikTok: Bukan Masalah Undangan, Tapi Rasa Hormat

Dalam video yang beredar luas tersebut, Elma terlihat tenang namun raut wajahnya menyiratkan kekecewaan yang mendalam. Ia membenarkan isu yang beredar bahwa dirinya tidak dilibatkan dalam momen reuni akbar bersama Kevin Aprilio tersebut.
 
Namun, Elma menegaskan bahwa rasa sakit hatinya bukan semata-mata karena tidak mendapat undangan panggung atau gig reuni. Lebih dari itu, ia menyoroti bagaimana informasi mengenai ketidakhadirannya disampaikan.
 
“Aku lebih kecewanya karena komunikasinya sih,” ungkap Elma dalam video tersebut, dikutip Sabtu (25/7/2026).
 
Elma mengungkapkan fakta bahwa secara teknis, ia masih memiliki akses dan saluran komunikasi dengan anggota lain maupun manajemen. Nomor telepon pribadi masih tersimpan, dan grup WhatsApp yang sama masih ada di gawai mereka masing-masing.
 
“Punya nomor HP aku, kita punya WA grup bareng-bareng, tapi kok ngomongnya seakan seperti orang enggak kenal,” lanjutnya dengan nada getir.
 
Kalimat ini menjadi tamparan keras bagi banyak pihak, mengingat sejarah panjang persaudaraan yang pernah mereka bangun. Bagi Elma, cara penyampaian bahwa ia "tidak diajak" tanpa adanya diskusi personal atau penjelasan yang manusiawi, melukai perasaan lebih dalam daripada sekadar masalah profesionalitas pekerjaan.